Harianpadang.com-Sebuah makam batu dengan gravir 'James, putra Yosef, saudara Yesus' yang sempat menghebohkan dunia arkeologi akhirnya urung dicoret dari sejarah. Kemarin hakim di Jerusalem membebaskan seorang kolektor benda antik Israel dari tuduhan penempaan palsu.
Keputusan yang dikeluarkan hakim dalam ruang sidang sempit penuh sesak di Pengadilan Distrik Yerusalem, mengakhiri kasus sembilan tahun yang melibatkan Oded Golan, 60 tahun.
Meski demikian, keputusan itu tak lantas mengubah kontroversi sains berusia satu dekade mengenai keaslian peti mati terbuat dari batu kapur tersebut. Keberadaan peti kubur langsung menimbulkan kegusaran begitu dipajang pertama kali di Museum Royal Ontario pada 2002.
Jika memang asli, peti kubur itu bakal menjadi artefak fisik pertama yang ditemukan yang mungkin berkaitan dengan keluarga Yesus Kristus. Namun benarkah demikian?
Masalahnya, ilmuwan tetap skeptis. Golan telah dituduh menambahi sendiri setengah dari garfir yang terkait dengan Yesus dan lalu merekayasa elemen patina, lapisan bio-organik yang biasa menempel pada objek kuno. Upaya itu tuding ilmuwan dilakukan agar benda itu lolos pengetesan dan distempel asli.
Namun hakim sudah mengetok palu dan menyatakan tuntutan gagal menunjukkan bukti adanya kejahatan lebih serius terhadap Golan selain transaksi dan kepemilikian tiga barang antik kurang berharga.
"Bukti yang dihadirkan dalam sidang tidak memenuhi dakwaan yang dinyatakan dalam berkas, bahwa kotak tersebut ditempa dan bahwa Golan atau seseorang telah melakukan penempaan sendiri," ujarnya..
Vonis yang dianggap spektakuler setelah sembilan tahun sidang berjalan diawali dari penahanan terhadap Golan dan penyitaan ribuan koleksi dari rumahnya, kantor dan gudang di Tel Aviv. Kasus ini menjadi hantaman bagi polisi dan Otoritas Benda Antik Israel, yang mengklaim mereka telah mengungkap 'puncak gunung es' dari konspirasi internasional perdagangan artefak palsu ke kolektor dan museum seluruh dunia.
Meski memutus bebas, Hakim menyatakan bahwa putusan itu bukan pertanda akhir debat sains mengenai keaslian peti kubur tersebut. "Ini tak berarti bahwa ukiran di atas peti kubur itu benar dan otentik serta memang ditulis 2.000 tahun lalu," ujarnya. "Kami berharap persoalan itu tetap diriset dalam dunia arkeologi dan sains. Hanya masa depan yang bisa mengungkapkan. Lagipula belum dibuktikan apakah kata 'brother of Jesus' itu memang mengacu pada Jesus dalam kitab-kitab Kristiani.
"Tuntutan menuduh Golan telah memalsukan barang antik dengan berbagai cara. Untuk beberapa bagian saya memutuskan itu tak terbukti palsu. Saya mengacu pada hukum kriminal. Namun temuan di sidang juga tak membuktikan bahwa barang-barang tersebut otentik
"Semua ditentukan dengan temuan di persidangan, alat bukti, keberadaan sains, bersama kesaksian para pakar, tidak cukup membuktikan tuduhan pemalsuan yang ditimpakan kepada terdakwa."
Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber: The Independent
About Author
The part time Blogger love to blog on various categories like Web Development, SEO Guide, Tips and Tricks, Android Stuff, etc including Linux Hacking Tricks and tips. A Blogger Template Designer; designed many popular themes.
Advertisement
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
HarianPadang.com -Untuk menjaga suasana kondusif selama Ramadhan, Pol PP Padang terus merazia penyakit masyarakat (pekat). Rabu dini har...
-
mobil yang digunakan mesum oleh siswi SMA 9 Padang Harianpadangcom- Siswi SMA 9 Padang dalam mobil (sedan Honda BA 466 UM ) di...
-
Harian Padang- SIJUNJUNG — Andri Yulisepri Andika (19) dan Bayu (19) terancam hukuman mati karena melakukan pembunuhan berencana terhadap...
-
HarianPadang.com -Unjuk rasa mahasiswa Fakultas Teknik Pertanian Universitas Andalas (Fateta Unand) Senin (3/12) kembali terjadi. Aksi y...
-
Belakangan ini, banyak sekali kalangan selebriti yang satu persatu memutuskan untuk menggunakan hijab. Setelah beberapa waktu lalu Shiree...
-
Harianpadang.com-PADANG, Sepasang kekasih tanpa status ditangkap masyarakat, saat berhubungan mesum di rumah cowoknya di kawasan Ampan...
-
ROMA -- Seorang pekerja bantuan asal Italia, Silvia Romano telah menjadi mualaf selama 18 bulan penahanan oleh militan Somalia. Dia mengat...
-
Oleh Riwayat Guru PAI SMPN 21 Padang Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan. Maka tunggulah hari ketika langit membawa ka...
-
harianpadang.net-Memasuki hari kedua penerapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC) di Sumatra Barat (Sumbar), lonjakan...
-
Pemerintahan Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung mengusulkan 754 Kartu Keluarga (KK) sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) K...
Posting Komentar