Harianpadang.com-Ketenaran Dahlan Iskan semakin menjadi-jadi setelah ia menggunakan mobil listrik beberapa waktu lalu. Tingginya ketergantungan terhadap BBM, mobil listrik bisa jadi alternatif baru bagi masyarakat Indonesia. Dahlan yang berencana akan membuat proyek mobil listrik nasional ternyata didukung oleh orang-orang genius. Salah satu di antaranya berasal dari Padang.
PEMUDA GENIUS
Sebagaimana diwartakan Singgalang, Senin (16/7), Dahlan telah menguji coba mobil listrik made in Depok buatan Dasep Ahmadi. Mobil itu bisa menempuh 150 Km untuk satu kali strum atau jarak Jakarta-Bandung. Mobil ini menggunakan baterai lithium 36 sel yang bisa distrum ulang. Bahkan nantinya dalam 2 tahun lagi, mobil listrik ini akan sanggup menempuh jarak hingga 300 kilometer sekali charger.
Mobil listrik made in Depok ini diperkuat baterai lithium ion sebanyak 36 buah dengan kapasitas baterai mencapai 21 kWh yang mampu berjalan hingga sejauh 130 kilometer dengan sekali isi.
Mobil yang dinamai ‘Ahmadi’ sebagai merek pabrikan sangat fleksibel dan bisa melakukan pengisian di rumah dengan tegangan 220 V dan hanya membutuhkan waktu 4-5 jam hingga baterai tersisi penuh. Sementara dengan cara sistem cepat hanya membutuhkan waktu 30 menit pada tegangan 220 V.
Mobil listrik made in Depok ini diperkuat baterai lithium ion sebanyak 36 buah dengan kapasitas baterai mencapai 21 kWh yang mampu berjalan hingga sejauh 130 kilometer dengan sekali isi.
Mobil yang dinamai ‘Ahmadi’ sebagai merek pabrikan sangat fleksibel dan bisa melakukan pengisian di rumah dengan tegangan 220 V dan hanya membutuhkan waktu 4-5 jam hingga baterai tersisi penuh. Sementara dengan cara sistem cepat hanya membutuhkan waktu 30 menit pada tegangan 220 V.
Mobil listrik nantinya akan dipatenkan dan dijadikan mobil listrik nasional. Ricky Elson, disebut oleh Dahlan Iskan sebagai calon pemimpin proyek ini. Singgalang menelusuri identitas Ricky dan ternyata ia berasal dari Padang. Ricky merupakan alumni SMAN 5 Padang tamatan tahun 2000.
Kepala SMAN 5, Syahrul mengatakan, Ricky terakhir kali ke sekolahnya pada 2008 lalu untuk menyumbangkan buku. “Ya, dia memang dari sekolah ini. Setiap dia pulang kampung, dia selalu mengunjungi guru-guru di sekolah ini,” ujar Syahrul.
Ricky berasal dari keluarga kecil di Taruko II Padang. Di sekolah, ia sudah tampak cerdas. “Dia dari jurusan IPA, memang genius dari dulunya,” cerita Syahrul.
Kini Ricky Elson menempuh pendidikan di Jepang. Sudah lebih 14 tahun ia di negeri sakura itu. Pemerintah Jepang mematenkan penemuannya tentang 14 teori motor.
Dahlan Iskan berencana memaksanya pulang ke Indonesia dan memajukan industri motor di negeri ini. Untuk mempercepat kepulangan Ricky, Dahlan bahkan menyumbangkan gajinya bagi pendidikan Ricky.
“Gaji saya berikan kepada anak muda yang saya paksa pulang dari Jepang,” ungkapnya beberapa waktu lalu saat memberikan saweran kepada KPK.
“Anak muda tersebut adalah seorang yang sangat genius dan ahli dalam pembuatan motor penggerak. “Dia akan menjadi salah satu pimpinan proyek mobil listrik nasional,” ujar dia.
Dahlan menceritakan, anak muda itu, yang dia maksud adalah Ricky Elson, yang pernah menemukan 14 teori pembuatan motor penggerak dan kemudian dipatenkan di Jepang. “Demi pembangunan Indonesia ke depan, dia saya minta pulang ke Indonesia, negerinya sendiri, dan seluruh gaji saya jadi menteri saya serahkan ke dia,” ujar Dahlan seperti dikutip Tempo.
Sejak disebutkan oleh Dahlan, laman facebook Ricky dicecar banyak pertanyaan dari warga Indonesia. Banyak yang bertanya benarkah dia yang disebutkan Dahlan itu. Ada pula yang bertanya dalam bahasa Minang.
Sosok Ricky Elson menyadarkan bahwa banyak potensi SDM dari Sumbar. Jika ilmu mereka dimanfaatkan tentu memberikan dampak pembangunan yang besar bagi Indonesia, khususnya daerah asalnya. Barangkali masih banyak putera Minang seperti Ricky di luar sana. (ARIF RIZKI/singgalang.co.id)
Kepala SMAN 5, Syahrul mengatakan, Ricky terakhir kali ke sekolahnya pada 2008 lalu untuk menyumbangkan buku. “Ya, dia memang dari sekolah ini. Setiap dia pulang kampung, dia selalu mengunjungi guru-guru di sekolah ini,” ujar Syahrul.
Ricky berasal dari keluarga kecil di Taruko II Padang. Di sekolah, ia sudah tampak cerdas. “Dia dari jurusan IPA, memang genius dari dulunya,” cerita Syahrul.
Kini Ricky Elson menempuh pendidikan di Jepang. Sudah lebih 14 tahun ia di negeri sakura itu. Pemerintah Jepang mematenkan penemuannya tentang 14 teori motor.
Dahlan Iskan berencana memaksanya pulang ke Indonesia dan memajukan industri motor di negeri ini. Untuk mempercepat kepulangan Ricky, Dahlan bahkan menyumbangkan gajinya bagi pendidikan Ricky.
“Gaji saya berikan kepada anak muda yang saya paksa pulang dari Jepang,” ungkapnya beberapa waktu lalu saat memberikan saweran kepada KPK.
“Anak muda tersebut adalah seorang yang sangat genius dan ahli dalam pembuatan motor penggerak. “Dia akan menjadi salah satu pimpinan proyek mobil listrik nasional,” ujar dia.
Dahlan menceritakan, anak muda itu, yang dia maksud adalah Ricky Elson, yang pernah menemukan 14 teori pembuatan motor penggerak dan kemudian dipatenkan di Jepang. “Demi pembangunan Indonesia ke depan, dia saya minta pulang ke Indonesia, negerinya sendiri, dan seluruh gaji saya jadi menteri saya serahkan ke dia,” ujar Dahlan seperti dikutip Tempo.
Sejak disebutkan oleh Dahlan, laman facebook Ricky dicecar banyak pertanyaan dari warga Indonesia. Banyak yang bertanya benarkah dia yang disebutkan Dahlan itu. Ada pula yang bertanya dalam bahasa Minang.
Sosok Ricky Elson menyadarkan bahwa banyak potensi SDM dari Sumbar. Jika ilmu mereka dimanfaatkan tentu memberikan dampak pembangunan yang besar bagi Indonesia, khususnya daerah asalnya. Barangkali masih banyak putera Minang seperti Ricky di luar sana. (ARIF RIZKI/singgalang.co.id)
Posting Komentar