harianPadang.com-Tindakan kriminalitas meningkat di Sumatra Barat. Hampir setiap hari pelaku kejahatan beraksi.
Sebelumnya kawanan perampok beraksi di kawasan Nipah dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit, kasus jambret kembali terjadi di depan RRI, Jalan Sudirman, Padang, Selasa (31/7) sekitar pukul 07.00 WIB.
Peristiwa naas itu menimpa Zuraida (41), guru di Yayasan Semen Padang yang hendak mengikuti Ujian Kompetensi Guru (UKG). Zuraida dibonceng suaminya, Desmon Ramadhan menuju SD DEK. Ketika melewati Jalan Tan Malaka, di samping studio RRI, dua orang bersepeda motor menikung mereka dan langsung merebut tas Zuraida.
“Mereka langsung merebut tas istri saya, tapi kami berusaha menahan dan istri saya terjatuh karena kerasnya tarikan para pelaku,” ujar Desmon.
Akibatnya, Zuraida mengalami benturan keras di bagian kepala. Helm yang dikenakan terlepas sesaat sebelum kepala Zuraida membentur aspal. Sementara Desmon terseret di jalan karena tidak mampu menahan motor yang oleng.
Keduanya pun langsung dilarikan ke IGD RS M. Djamil. Zuraida menderita pendarahan hebat di kepalanya dan Desmon menderita luka ringan di kakinya serta keseleo di bagian tangan kirinya. Sekitar pukul 10.00 WIB Zuraida menghembuskan napas terakhir di IGD.
“Saya shock mengetahui dia meninggal, dan saya ingin polisi bisa mengungkap pelakunya sampai tertangkap,” papar Desmon.
Pejabat Pemberi Informasi (PPI) RS M. Djamil, Gustafianof mengatakan keduanya masuk rumah sakit sekitar pukul 07.27 WIB dan langsung dirawat intensif di IGD. Lalu, sekitar pukul 09.45 WIB, Zuraida tidak mampu berta-han dan menghembuskan napas terakhirnya.
“Korban Zuraida mengalami pendarahan hebat di kepala bagian belakang akibat terbentur aspal, itu yang menyebabkan kondisinya melemah,” ujar Gustafianof.
Pengakuan adik korban kepada petugas, saat itu Desmon Ramadhan mengantarkan istrinya dengan mengendarai sepeda motor merek Honda Supra X warna hitam BA 2426 AJ ke SD DEK yang akan ikut ujian kompetensi guru.
Sesampai di lokasi kejadian datang dua pria dengan mengendarai sepeda motor dari arah belakang dan langsung menarik tas yang dipegang Zuraida.
Tarik-menarik terjadi saat pelaku merampas tas yang dipertahankan Zuraida. Karena kalah kuat dengan pelaku, tas yang dipegang korban berhasil dibawa kabur pelaku. Sementara kedua korban terjatuh dari sepeda motornya karena kehilangan keseimbangan.
“Kakak saya terjatuh bersama suaminya. Diduga kepala kakak saya terhempas ke aspal, sementara kaki suami kakak saya menderita retak,” kata Adik korban Islah Firdaus (34) kepada petugas Polresta Padang saat melaporkan kejadian itu di Mapoolresta Padang.
Kapolresta Padang Kombes Pol M. Seno Putro melalui Kasat Reskrim Kompol Iwan Ariyandhi kepada Singgalang mengatakan, pihaknya mengetahui peristiwa penjambretan tersebut dari petugas Lantas yang ada di lokasi kejadian.
Menurutnya korban telah dibuntuti pelaku dari Bank Indonesia (BI). Sesampai di depan RRI Padang pelaku langsung beraksi. Sebab, di sana suasanan agak sepi.
“Kita akan mencari pelaku jambret tersebut. Keterangan korban dan saksi mata, pelaku berjumlah dua orang dan berbadan agak besar,” kata Iwan.
Sebelumnya kawanan perampok beraksi di kawasan Nipah dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit, kasus jambret kembali terjadi di depan RRI, Jalan Sudirman, Padang, Selasa (31/7) sekitar pukul 07.00 WIB.
Peristiwa naas itu menimpa Zuraida (41), guru di Yayasan Semen Padang yang hendak mengikuti Ujian Kompetensi Guru (UKG). Zuraida dibonceng suaminya, Desmon Ramadhan menuju SD DEK. Ketika melewati Jalan Tan Malaka, di samping studio RRI, dua orang bersepeda motor menikung mereka dan langsung merebut tas Zuraida.
“Mereka langsung merebut tas istri saya, tapi kami berusaha menahan dan istri saya terjatuh karena kerasnya tarikan para pelaku,” ujar Desmon.
Akibatnya, Zuraida mengalami benturan keras di bagian kepala. Helm yang dikenakan terlepas sesaat sebelum kepala Zuraida membentur aspal. Sementara Desmon terseret di jalan karena tidak mampu menahan motor yang oleng.
Keduanya pun langsung dilarikan ke IGD RS M. Djamil. Zuraida menderita pendarahan hebat di kepalanya dan Desmon menderita luka ringan di kakinya serta keseleo di bagian tangan kirinya. Sekitar pukul 10.00 WIB Zuraida menghembuskan napas terakhir di IGD.
“Saya shock mengetahui dia meninggal, dan saya ingin polisi bisa mengungkap pelakunya sampai tertangkap,” papar Desmon.
Pejabat Pemberi Informasi (PPI) RS M. Djamil, Gustafianof mengatakan keduanya masuk rumah sakit sekitar pukul 07.27 WIB dan langsung dirawat intensif di IGD. Lalu, sekitar pukul 09.45 WIB, Zuraida tidak mampu berta-han dan menghembuskan napas terakhirnya.
“Korban Zuraida mengalami pendarahan hebat di kepala bagian belakang akibat terbentur aspal, itu yang menyebabkan kondisinya melemah,” ujar Gustafianof.
Pengakuan adik korban kepada petugas, saat itu Desmon Ramadhan mengantarkan istrinya dengan mengendarai sepeda motor merek Honda Supra X warna hitam BA 2426 AJ ke SD DEK yang akan ikut ujian kompetensi guru.
Sesampai di lokasi kejadian datang dua pria dengan mengendarai sepeda motor dari arah belakang dan langsung menarik tas yang dipegang Zuraida.
Tarik-menarik terjadi saat pelaku merampas tas yang dipertahankan Zuraida. Karena kalah kuat dengan pelaku, tas yang dipegang korban berhasil dibawa kabur pelaku. Sementara kedua korban terjatuh dari sepeda motornya karena kehilangan keseimbangan.
“Kakak saya terjatuh bersama suaminya. Diduga kepala kakak saya terhempas ke aspal, sementara kaki suami kakak saya menderita retak,” kata Adik korban Islah Firdaus (34) kepada petugas Polresta Padang saat melaporkan kejadian itu di Mapoolresta Padang.
Kapolresta Padang Kombes Pol M. Seno Putro melalui Kasat Reskrim Kompol Iwan Ariyandhi kepada Singgalang mengatakan, pihaknya mengetahui peristiwa penjambretan tersebut dari petugas Lantas yang ada di lokasi kejadian.
Menurutnya korban telah dibuntuti pelaku dari Bank Indonesia (BI). Sesampai di depan RRI Padang pelaku langsung beraksi. Sebab, di sana suasanan agak sepi.
“Kita akan mencari pelaku jambret tersebut. Keterangan korban dan saksi mata, pelaku berjumlah dua orang dan berbadan agak besar,” kata Iwan.
Patroli
Kapolresta Padang Kombes Pol M. Seno Putro kepada Singgalang mengatakan, pihaknya memerintahkan seluruh jajaran Polsek dan satuan Reskrim maupun intel melakukan patroli di kawasan yang sering terjadi tindakan kejahatan. Banyaknya laporan yang masuk ke Polresta Padang. Pihaknya mensiagakan petugas berpakaian preman dan seragam untuk memantau lokasi di sana.
“Kita sudah setiap hari melakukan patroli di kawasan yang diaanggap rawan. Jajaran Polsek di Padang pun sudah kita perintahkan untuk melakukan patroli,” ujar Seno.
Dikatakan, menimalisir terjadinya tindak kriminal di tempat keramaian, pihaknya akan mensiagakan petugas lantas di pos-pos yang telah disediakan. Ia juga menghimbau kepada warga agar jangan memakai perhiasan mencolok saat berpergian. Sebab, itu mengundang pelaku untuk melakukan kejahatan.
“Menjelang Lebaran ini tindak kejahatan meningkat. Kami mengharapkan kepada warga agar selalu berhati-hati dan waspada, serta jangan memakai perhiasan yang mencolok saat berpergian,” harap Seno. (408/405/singgalang)
Kapolresta Padang Kombes Pol M. Seno Putro kepada Singgalang mengatakan, pihaknya memerintahkan seluruh jajaran Polsek dan satuan Reskrim maupun intel melakukan patroli di kawasan yang sering terjadi tindakan kejahatan. Banyaknya laporan yang masuk ke Polresta Padang. Pihaknya mensiagakan petugas berpakaian preman dan seragam untuk memantau lokasi di sana.
“Kita sudah setiap hari melakukan patroli di kawasan yang diaanggap rawan. Jajaran Polsek di Padang pun sudah kita perintahkan untuk melakukan patroli,” ujar Seno.
Dikatakan, menimalisir terjadinya tindak kriminal di tempat keramaian, pihaknya akan mensiagakan petugas lantas di pos-pos yang telah disediakan. Ia juga menghimbau kepada warga agar jangan memakai perhiasan mencolok saat berpergian. Sebab, itu mengundang pelaku untuk melakukan kejahatan.
“Menjelang Lebaran ini tindak kejahatan meningkat. Kami mengharapkan kepada warga agar selalu berhati-hati dan waspada, serta jangan memakai perhiasan yang mencolok saat berpergian,” harap Seno. (408/405/singgalang)
Posting Komentar