Harianpadang.com-Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional, Muhammad Ikhlas El Qudsi, menyatakan siap mundur dari Dewan Perwakilan Rakyat jika terbukti pernah memeras Badan Usaha Milik Negara. "Saya pastikan saya tak pernah memeras seperti disebut Dahlan Iskan. Kalau terbukti saya siap mundur," kata M. Ikhlas di kompleks parlemen Senayan, Senin, 12 November 2012.
Menurut anggota Komisi Keuangan ini, tudingan yang disampaikan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, soal keterlibatannya dalam memeras direksi PT Merpati sangat tidak tepat dan salah. Dia memastikan tidak pernah terlibat dan pertemuan-pertemuan informal dengan direksi PT Merpati maupun direksi BUMN lain di luar rapat resmi di Komisi Keuangan.
Dengan direksi PT Merpati, M. Ikhlas mengaku hanya bertemu saat rapat dengar pendapat. Apalagi politikus PAN daerah pemilihan Sumatera Barat I ini tak termasuk dalam panitia kerja Merpati. Dua anggota PAN yang masuk dalam panitia kerja penyertaan modal negara untuk Merpati di Komisi Keuangan adalah Laurens Bahang Dama dan Muhammad Hatta.
M. Ikhlas mengatakan sangat terganggu dengan laporan yang disampaikan Dahlan pada Badan Kehormatan soal beberapa nama yang disebut turut memeras PT Merpati. Dari lima nama yang diajukan Dahlan, nama M. Ikhlas disebut-sebut turut dilaporkan dengan inisial MIEQ. Selain dia juga ada empat nama lain yang dilaporkan, yaitu Linda Megawati, Andi Timo Pangeran, Ray Wirajaya, dan Achsanul Qosassih.
Menurut M. Ikhlas, selain tak pernah bertemu dengan direksi BUMN, dia juga tak pernah mengutus orang untuk bertemu dengan pentolan perusahaan pelat merah. Dia pun mengaku tak menyimpan satu pun nomer (telepon) direksi BUMN.
"Makanya, kalau benar saya disebut, silakan Pak Dahlan jelaskan di mana, kapan, dan dengan siapa saya bertemu direksi BUMN Merpati, baik yang sekarang atau pun yang lama."
Tak terima namanya disebut, M. Ikhlas pun rencananya sore ini akan melayangkan somasi pada Dahlan Iskan. Intinya, dia meminta Dahlan meminta maaf secara terbuka pada publik karena telah menyeret namanya. "Saya secara pribadi memaafkan dia, tetapi saya juga harus bertanggung jawab pada konstituen saya," ujar politikus daerah pemilihan Sumatera Barat I ini.
M Ikhlas memastikan, somasi yang dia layangkan bukanlah bentuk kepanikannya atas tudingan Dahlan Iskan. "Ini bukan soal panik, tapi ini soal harkat dan martabat," ujarnya. Surat somasi rencananya akan dilayangkan sore ini setelah berkonsultasi dengan pengacaranya.
Dalam somasinya, M Ikhlas El Qudsi meminta Dahlan menyatakan permintaan maaf secara terbuka dalam waktu 7 x 24 jam. Jika dalam masa itu Dahlan tak kunjung meminta maaf, dia menyatakan akan melanjutkan proses hukum di pengadilan. Somasi ini, kata M. Ikhlas, sudah mendapat restu dari Fraksi PAN di DPR.
Ketika diancam bakal dituntut anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Sumaryoto, Dahlan mengatakan, "Tuntut saja, tidak apa-apa. Karena yang saya lakukan ini adalah saya sudah siap dengan segala konsekuensinya."
IRA GUSLINA SUFA
About Author
The part time Blogger love to blog on various categories like Web Development, SEO Guide, Tips and Tricks, Android Stuff, etc including Linux Hacking Tricks and tips. A Blogger Template Designer; designed many popular themes.
Advertisement
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
HarianPadang.com -Untuk menjaga suasana kondusif selama Ramadhan, Pol PP Padang terus merazia penyakit masyarakat (pekat). Rabu dini har...
-
mobil yang digunakan mesum oleh siswi SMA 9 Padang Harianpadangcom- Siswi SMA 9 Padang dalam mobil (sedan Honda BA 466 UM ) di...
-
Harian Padang- SIJUNJUNG — Andri Yulisepri Andika (19) dan Bayu (19) terancam hukuman mati karena melakukan pembunuhan berencana terhadap...
-
HarianPadang.com -Unjuk rasa mahasiswa Fakultas Teknik Pertanian Universitas Andalas (Fateta Unand) Senin (3/12) kembali terjadi. Aksi y...
-
Belakangan ini, banyak sekali kalangan selebriti yang satu persatu memutuskan untuk menggunakan hijab. Setelah beberapa waktu lalu Shiree...
-
Harianpadang.com-PADANG, Sepasang kekasih tanpa status ditangkap masyarakat, saat berhubungan mesum di rumah cowoknya di kawasan Ampan...
-
ROMA -- Seorang pekerja bantuan asal Italia, Silvia Romano telah menjadi mualaf selama 18 bulan penahanan oleh militan Somalia. Dia mengat...
-
Oleh Riwayat Guru PAI SMPN 21 Padang Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan. Maka tunggulah hari ketika langit membawa ka...
-
harianpadang.net-Memasuki hari kedua penerapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC) di Sumatra Barat (Sumbar), lonjakan...
-
Pemerintahan Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung mengusulkan 754 Kartu Keluarga (KK) sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) K...

Posting Komentar