Harian Padang.com-PADANG - Bak kulit pembalut tulang, begitu kondisi Herman Suherman, 32, saat tim program Dompet Dhuafa Singgalang mendatangi kontrakan kecilnya di Jalan Raden Saleh gang Cimpago No. 6, Jumat (30/11). Pria asal Sukabumi ini sudah lebih dua minggu terbaring tak berdaya. Tuberclosis (Tbc) begitu cepat memamah daya tahan tubuhnya. Tubuhnya tak bisa banyak bergerak.
"Baru sebulan lalu kami tahu kalau abang sakit Tbc. Begitu hasil diagnosa dokter," ungkap Siti, 26, seorang janda beranak empat yang baru dinikahi Herman tiga bulan lalu.
Menurutnya, gejala ini sudah lebih sebulan dirasakan oleh suaminya. Namun karena keterbatasan biaya, mereka tak pernah menggubrisnya. Mereka berdua akhirnya menunda-nunda untuk periksa ke dokter.
"Periksa ke dokter itu karena sudah terpaksa. Kondisi abang semakin parah saja," jelas perempuan yang sehari-hari hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah Rp700 ribu per bulan.
Siti akhirnya terpuruk dengan kondisi suami yang kini hanya bisa terbaring saja. Semakin berat tanggungan ekonomi keluarga dipundaknya. Padahal selama ini, upahnya sebagai pembantu, harus dikirimkan pula untuk keempat anaknya yang masih kecil-kecil di kampung halaman, Sumatera Utara.
Herman pun hanya seorang perantau di kota Padang. Baru delapan bulan dia di Padang, bekerja sebagai buruh bangunan pada proyek pembangunan salah satu hotel di kota Padang. Upahnya sebagai buruh pun pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan kontrakan dan keseharian mereka berdua. Kini, semenjak sakit, tentu tak ada lagi pemasukan dari Herman.
Diakui Herman, tak ada sanak famili yang bisa diharapkan membantu. Pengurusan Jamkesda pun tak bisa, karena KTP mereka berdua, bukan KTP Padang. Akhirnya, hasil diagnosa dokter sebulan yang lalu hanya bisa didiamkan saja.
"Jauh-jauh dari Sukabumi untuk bekerja cari uang, saya tak menyangka akan jatuh sakit separah ini di rantau orang. Saya dan istri hanya bisa pasrah," ujar Herman dengan mata sayu.
Beruntung ada tetangga mereka yang peduli dan melaporkan kondisi Herman ke Dompet Dhuafa Singgalang.
"Setelah mendapatkan laporan dari tetangganya, kami pun segera langsung ke rumah pak Herman pada hari itu juga," kata staff program Nugraha Yudha Perdana, yang melihat langsung kondisi Herman, Jumat (30/11).
Dikatakannya, dia bersama tim langsung menindaklanjuti menghubungi Humas RSUP M. Djamil. Pada hari itu juga, Herman dibawa dengan ambulance Dompet Dhuafa ke RSUP M. Djamil Padang dan diarahkan untuk menjalani perawatan di raung Penyakit Dalam.
"Kita juga telah salurkan langsung bantuan awal ke rumahsakit untuk biaya obat-obatan pak Herman sebesar Rp600 ribu. Saya sempat lihat, obat-obatannya banyak sekali dan itu untuk satu hari saja," lanjut Yudha.
Sembilan botol infus dalam satu hari
Sabtu (1/12) siang, tim Dompet Dhuafa Singgalang yang dikoordinir Yudha, kembali melihat kondisi Herman di rumahsakit. Saat ditemui, kondisi Herman tak banyak berubah. Tubuhnya masih tampak lemah, meski tetesan cairan dari botol infus tampak begitu cepat menetes, mengalir pada tubuhnya.
Padahal, berdasarkan keterangan dokter, sejak jumat kemarin Herman telah habiskan sembilan botol infus. Kondisinya memang parah.
"Sekarang kita sedang mencari bantuan dana untuk kelanjutan pengobatan pak Herman. Apalagi untuk kasus pasien Tbc, obatnya harus rutin dimakan dan tak boleh terputus," jelas Yudha.
Ditambahkannya, Dompet Dhuafa Singgalang telah mulai menggalang dana sejak Jumat, untuk mengusahakan dana pengobatan Herman. Bagi para donatur yang berniat untuk membantu dapat langsung menyerahkannya ke Graha Kemandirian Dompet DHuafa Singgalang Jln. Juanda No. 31 C Pasar Pagi Padang, telepon 0751-40098. Atau dapat mentransfernya melalui rekening BNI Syariah 234.66666.6 an Dompet Dhuafa Singgalang. (akmal ahmad)
About Author
The part time Blogger love to blog on various categories like Web Development, SEO Guide, Tips and Tricks, Android Stuff, etc including Linux Hacking Tricks and tips. A Blogger Template Designer; designed many popular themes.
Advertisement
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
-
HarianPadang.com -Untuk menjaga suasana kondusif selama Ramadhan, Pol PP Padang terus merazia penyakit masyarakat (pekat). Rabu dini har...
-
mobil yang digunakan mesum oleh siswi SMA 9 Padang Harianpadangcom- Siswi SMA 9 Padang dalam mobil (sedan Honda BA 466 UM ) di...
-
Harian Padang- SIJUNJUNG — Andri Yulisepri Andika (19) dan Bayu (19) terancam hukuman mati karena melakukan pembunuhan berencana terhadap...
-
HarianPadang.com -Unjuk rasa mahasiswa Fakultas Teknik Pertanian Universitas Andalas (Fateta Unand) Senin (3/12) kembali terjadi. Aksi y...
-
Belakangan ini, banyak sekali kalangan selebriti yang satu persatu memutuskan untuk menggunakan hijab. Setelah beberapa waktu lalu Shiree...
-
Harianpadang.com-PADANG, Sepasang kekasih tanpa status ditangkap masyarakat, saat berhubungan mesum di rumah cowoknya di kawasan Ampan...
-
ROMA -- Seorang pekerja bantuan asal Italia, Silvia Romano telah menjadi mualaf selama 18 bulan penahanan oleh militan Somalia. Dia mengat...
-
Oleh Riwayat Guru PAI SMPN 21 Padang Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan. Maka tunggulah hari ketika langit membawa ka...
-
harianpadang.net-Memasuki hari kedua penerapan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC) di Sumatra Barat (Sumbar), lonjakan...
-
Pemerintahan Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung mengusulkan 754 Kartu Keluarga (KK) sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) K...
Posting Komentar