Harian Padang.com-Singgalanag melaporkan Diam-diam KPU Padang melego debat kandidat cawako Padang ke salah satu TV kabel Jakarta. Ini seperti sengaja mengabaikan konten lokal dalam pilkada dan meremehkan komponen pers lokal yang selama ini siang malam membantu KPU.
“TV lokal saja, apa urgensinya TV nasional, siapa yang akan menonton, orang Papua?” kata Sekretaris PWI Sumbar, Eko Yanche Edrie, Selasa (15/10).
“Atau tanggung ke Metro dan TvOne saja sekalian,” tambahnya geram. PWI kata Eko, menyarankan, agar KPU meninjau kembali keputusannya.
“TV lokal saja, apa urgensinya TV nasional, siapa yang akan menonton, orang Papua?” kata Sekretaris PWI Sumbar, Eko Yanche Edrie, Selasa (15/10).
“Atau tanggung ke Metro dan TvOne saja sekalian,” tambahnya geram. PWI kata Eko, menyarankan, agar KPU meninjau kembali keputusannya.
“Tapi dengan catatan, kalau memang KPU sudah memutuskan, jika belum, PWI mengingatkan, manfaatkan potensi lokal yang ada, janganlah sedikit-sedikit Jakarta,” kata dia.
Sebenarnya, kata Eko, PWI tidak dalam kapasitas menilai patut tidaknya debat cawako Padang itu disiarkan di televisi nasional.
“Yang kami lihat, efektif atau tidak, menurut saya tak efektif di televisi nasional, apalagi kalau memang TV kabel, siapa yang akan menonton,” kata dia. TV kabel adalah jaringan televisi berbayar yang bisa dilihat, misalnya lewat Indovision.
Menurut Eko, netralitas acara tergantung pada host yang menggiring acara tersebut. “Makanya KPU harus hati-hati.”
Sementara itu, Ketua IJTI Sumbar, Rino Zulyadi menyatakan, seharusnya KPU bijak. “Inikan pilkada, bukan pilpres, urusan lokal, jangan nasional pula, itu sama saja dengan melecehkan pers lokal,” kata Rino.
“Bukankah selama ini TV lokal yang membantu KPU, kok tibo dimambantai, diberikan ke TV nasional, TV kabel pula, sebaiknya dibatalkan,” kata Rino.
Belum diputuskan
KPU Padang berkilah belum ada keputusan, sementara sumber Singgalang menyebutkan, telah diputuskan Senin menjelang Idul Adha dengan memakai TV kabel. Ini, kata sumber tadi, wajib dicurigai, ada apa di balik semuanya.
Koordinator Divisi Teknis KPU Padang M Sjahbana Sjam kepada Singgalang, semalam mengatakan, saat ini keputusan soal TV mana yang akan menyiarkan debat visi dan misi calon walikota Padang masih dalam tahap penawaran.
Beberapa stasiun TV sudah memasukkan penawarannya, namun keputusannya belum ada. “Ada beberapa stasiun TV yang penawarannya masuk, seperti TV berjaringan nasional dan juga TV lokal Padang. Tapi keputusannya belum kita ambil. Kemungkinan satu atau dua hari ini,” kata Boim.
Ia mengatakan, soal TV mana yang akan menyiarkan itu, nantinya KPU juga akan berkoordinasi dengan tim pemenangan seluruh calon. “Kita akan putuskan setelah mengkomunikasikan dengan semua tim,” lanjutnya.
Dilanjutkan, soal TV lokal atau TV nasional yang akan menyiarkan, tidak ada aturan yang mengikat. Namun KPU tentu akan coba mencari penawaran yang paling murah. “Kalau pun TV nasional tapi budget-nya memungkinkan kenapa tidak. Atau TV lokal pun tak masalah. Kita hanya akan mencari mana yang baiknya saja,” ujarnya.
Terkait adanya komitmen antara KPI dengan KPU soal TV yang akan menyiarkan debat kandidat sebaiknya TV lokal, Boim mengaku belum mengetahui adanya kesepakatan itu. “Mungkin KPU pusat. Tapi bagi kita tidak soal, siapa yang akan menyiarkan, yang penting debat itu bisa sukses dan penyelenggaraan Pilkada Padang berlangsung aman, sukses dan jurdil tentunya,” pungkas Boim.(singgalang/105)
Ia mengatakan, soal TV mana yang akan menyiarkan itu, nantinya KPU juga akan berkoordinasi dengan tim pemenangan seluruh calon. “Kita akan putuskan setelah mengkomunikasikan dengan semua tim,” lanjutnya.
Dilanjutkan, soal TV lokal atau TV nasional yang akan menyiarkan, tidak ada aturan yang mengikat. Namun KPU tentu akan coba mencari penawaran yang paling murah. “Kalau pun TV nasional tapi budget-nya memungkinkan kenapa tidak. Atau TV lokal pun tak masalah. Kita hanya akan mencari mana yang baiknya saja,” ujarnya.
Terkait adanya komitmen antara KPI dengan KPU soal TV yang akan menyiarkan debat kandidat sebaiknya TV lokal, Boim mengaku belum mengetahui adanya kesepakatan itu. “Mungkin KPU pusat. Tapi bagi kita tidak soal, siapa yang akan menyiarkan, yang penting debat itu bisa sukses dan penyelenggaraan Pilkada Padang berlangsung aman, sukses dan jurdil tentunya,” pungkas Boim.(singgalang/105)

Posting Komentar