admin admin Author
Title: ISLAM AGAMA TOLERANSI
Author: admin
Rating 5 of 5 Des:
Oleh: Riwayat Pendidik PAI di SMPN 21 Padang Islam adalah agama toleransi. Agama yang dalam ajarannya menghargai keyakinan orang ...

Oleh: Riwayat
Pendidik PAI di SMPN 21 Padang

Islam adalah agama toleransi. Agama yang dalam ajarannya menghargai keyakinan orang lain. Sebagai agama toleran Islam tidak memaksakan kehendak . tidak memaksakan agama kepada orang yang sudah beragama. Intinya dimanapun Islam hadir membawa rahmat bagi seluruh umat. Hal ini ditekankan oleh Allah dalam firman-Nya serbagai berikut. Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.(QS. A-Anbiya: 107).

Dari firman Allah tersebut jelaslah bahwa Islam adalah agama yang mementingkan perdamaian, mementingkan kemanusiaan, ketenangan semua makhluk. Kekerasan, keonaran, membuat gelisah dan mengintimidasi orang lain, umat lain, bukanlah perilaku Islami. Ajaran Islam tidak mendukung dan tidak mengajarkan umatnya untuk melakukan kerusakan, kegelisahan terhadap makhluk ciptaan-Nya.
Sebagai umat yang membawa rahmat bagi seluruh alam, tentu suatu kehormatan dan amanah yang hendaknya kita jaga dan kita pelihara agar kemuliaan Islam tidak rusak dan hina di mata pemeluk agama lain, hanya akibat perilaku keberagamaan kita yang tidak sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri. Tidaklah  patut sesama muslim saling membenci, saling menghalangi dalam mencari rezeki.
Perlu disadari bahwa Islam mengajarkan dan mengenalkan kepada umatnya bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal.  Dengan beragam asal, budaya, suku sudah tentu akan berbeda pula acara pandang, sopan santunya, bahasanya, ekonominya, bahkan kepercayaannya. “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”(QS. Al-Hujarat: 13)
Yang penting bagi kita umat Islam adalah menghargai perbedaan tersebut. Yang perlu kita pegang sebagai acuan toleransi dalam beragama adalah al-Quran, terutama surat al- Kafirun. “Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,  dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."(QS. Al-Kafirun: 1-6)
 Jika halnya demikian, siapapun orangnya, apapun suku dan bahasanya, asalkan tidak menganggu Islam, hendaknya kita terima dengan lapang dada. Sebab kita berada di negara yang beragama. Menghormati  dan menghargai keberadaan mereka. Tidak patut kita menolak kelompok tertentu hanya karena agamanya, asal sukunya, ras, sakwasangka dan warna kulitnya. Hati-hati boleh, tetapi kalau sudah  buruk sangka, maka ujung-ujungnya adalah dosa. Hal ini telah diingatkan oleh Allah dalam firman-Nya, bahwa sebagian dari sakwasangka, prasangka, buruk sangka adalah dosa. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al- Hujarat: 12).
Islam dengan jelas mengajarkan untuk menjauhi buruk sangka, sebab buruk sangka bukanlah ajaran Islam, Islam mengajarkan prasangka baik, berpikir positif. Jika kita sebagai umat Islam selalu mengedepankan sikap dan perilaku yang negatif dalam berfikir, buruk sangka terhadap orang lain, maka hal itu malah akan memperburuk citra kita sebagai umat Islam. Kita akan dianggap sebagai pemeluk yang tidak toleran. Jika halnya demikian, membiasakan berfikir positif lebih utama dibandingkan berfikir negatif. Untuk itu saatnya kita membiasakan dan membu            dayakan berfikir positif dan menjauhkan diri dari berfikir negatif dan berburuk sangka.
 Sudah saatnya kita mewujudkan  Islam yang ramah, Islam yang rahmat bagi semesta alam. Jika hal ini telah mendarahdaging di dalam diri kita, maka tidak  akan ada lagi rasa curiga diantara kita, tidak ada pikiran negatif kita terhadap orang lain.terhadap kepercayaan orang lain, sebab Islam mengajarkan untuk menghargai dan menghormati agama orang lain.
Bukankan Allah telah mengingatkan kita agar berlaku adil. Kita dilarang berlaku tidak adil hanya karena kebencian kita terhadap suatu kaum. Kebencian terkadang membuat kita tidak adil terhadap orang lain, padahal ajaran Islam tidak mengajarkan hal yang demikian. Sebaliknya Islam malah melarang umatnya berlaku tidak adil terhadap suatu kaum hanya karena kebencian.  "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pengajaran".( QS An-Nahl: 90)

Dari terjemahan surat An-Nahl ayat 90, kita belajar untuk tidak berlaku keji, mungkar dan permusuhan. Kekejian terhadap diri, dan orang lain, seagama maupun beda agama. Kita juga dilarang berbuat mungkar, berbuat onar, mencari musuh, baik musuh seagama, beda agama, maupun beda profesi.  Islam adalaha agama damai, agama yang membenci permusuhan, maka enyahkanlah benih-benih perumusuhan yang ada dalam diri kita. isilah hati kita dengan benih-benih kasih sayang. Kemudian tebarkanlah benih-benih kebaikan, benih kasih sayang kepada semua makhluk Allah di alam raya ini. jika hal ini kita lakukan, maka sebenarnya kita telah mensyiarkan agama Islam di dunia ini.

About Author

Advertisement

Posting Komentar

Popular Posts

 
Top