admin admin Author
Title: Satu Teroris Diduga Orang Pd. Pariaman
Author: admin
Rating 5 of 5 Des:
Harian Padang- PADANG — “Edo” satu dari teroris yang tewas setelah digrebek Densus 88 di Ciputat, disebut-sebut berasal dari Padang Paria...
Harian Padang-PADANG — “Edo” satu dari teroris yang tewas setelah digrebek Densus 88 di Ciputat, disebut-sebut berasal dari Padang Pariaman. Namun untuk akurasinya, diperlukan uji Deoxyribo Nucleic Acid (DNA).
“Benar, tapi perlu uji DNA dia dan orang tuanya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar kepada Singgalang, tadi malam. Menurut dia, pihak kepolisian terus meneliti semua kemungkinan.

Tersangka lahir di Kampuang Pauh Kampaung Dalam Pariaman. Sekolah di SD 16 Kampuang Dalam, SMP I Kampuang Dalam, SMK I Pariaman, kuliah 2 tahun di Untas Padang. Pada 2002 jualan kaki lima di Tanah Abang.
Tersangka bernama Ediar Amin alias Edo al Ed (anak bungsu), umur 33 tahun.
Didapat kabar, orangtuanya sudah ke Jakarta guna tes DNA. Edo sudah tiga tahun tak pulang kampung. Ia telah mengirim surat kepada orang tuanya yang meminta maaf karena ia akan berjihad.
Sebagaimana diberitakan Singgalang, Kamis lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 menggerebek sebuah rumah kontrakan di Gang H. Hasan, Jalan KH Dewantoro, Kelurahan Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (31/12).
Rumah kontrakan tersebut disewa kelompok teroris Nurul Haq alias Dirman Cs, yang merupakan bagian dari jaringan Abu Roban.
Dalam aksi yang berlangsung sangat lama itu, enam orang termasuk Nurul Haq, tewas ditembak saat petugas terlibat baku tembak dengan pelaku. Dari jumlah tersebut, lima orang tewas di tempat kejadian peristiwa (TKP) dan seorang lainnya tewas di tembak saat akan meninggalkan rumah kontrakan.
Masih dalam penggerebekan tersebut, satu orang diamankan petugas. Namun, belum dapat dipastikan apakah ia termasuk dalam kelompok jaringan mereka.
Penangkapan ini berawal dari penangkapan salah seorang tersangka, Anto alias Septi, yang ditangkap di sebuah warnet yang berada di Desa Alasmalang, Banyumas. Dia dicokok Tim Densus 88 pada Senin (30/12) pukul 16.00 WIB.
Teror masih ada
Aksi baku tembak antara Densus 88 Antiteror Polri dengan kelompok teroris di Kampung Sawah Lama, bukan merupakan akhir dari ancaman teror yang selama ini menghantui masyarakat Indonesia.
Pentolan teroris Poso, Santoso masih belum mampu ditangkap begitu juga dengan pengikut-pengikutnya belum bisa ditangkap pihak kepolisian.
“Potensi ancaman teror masih ada, sehingga kita harus saling bahu membahu mengelola kondisi ini. Beberapa pelaku masih belum berhasil kita tangkap,” kata Boy Rafli Amar.
Dikatakannya pihaknya masih harus berjuang bersama unsur-unsur terkait seperti TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat dalam rangka mendeteksi keberadaan kelompok teroris tersebut.
“Santoso cs ada beberapa nama pengikut yang belum ditangkap,” katanya.
Anggota Densus 88 Antiteror Polri yang sudah menguntitnya sejak beberapa hari kemudian menguntitnya dari belakang dan menyergapnya.
Kemudian, Dayat membalas dan mengarahkan tembakan dengan pen gun kepada anggota Densus dalam jarak yang cukup dekat. Hasilnya anggota Densus 88 Antiteror Polri pun tertembak di bagian kaki kiri tepat dibawah lutut tembus ke paha kanan.
Melihat situasi tersebut, anggota polisi yang lain yang sudah siap kemudian mengarahkan senjatanya ke arah Dayat dan melesatkan tembakan ke arah Dayat yang menyebabkan Dayat meninggal dunia lebih dahulu.
Sementara tetangga kontrakan Dayat bernama Irwan diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.
Setelah aksi baku tembak dengan Dayat, kepolisian kemudian melakukan penyergapan di rumah kontrakan milik Zainab yang berada di Kampung Sawah Lama. Setelah kepolisian mengimbau supaya lima teroris yang berada di dalam rumah menyerah, justru para teroris malah menantang polisi.
“Kalau berani masuk sini,” ucap teroris dari dalam rumah saat itu.
Akhirnya aksi baku tembak pun terjadi, selama 10 jam kepolisian terus melancarkan serangan kepada teroris begitu juga sebaliknya dan aksi baku tembak pun selesai, Rabu (1/1) pukul 05.00 WIB.
Setelah dipastikan aman ditemukan lima jenazah masing bernama Nurul Haq alias Dirman, Oji alias Tomo, Rizal alias Teguh alias Sabar, Hendi Albar, dan Edo alias Amril. (601/301)

About Author

Advertisement

Posting Komentar

Popular Posts

 
Top