Harian Padang-Pesawat yang ditumpangi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono batal mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat, saat akan melakukan kunjungan ke Pekanbaru, Riau, Sabtu 15 Maret 2014. Presiden SBY beserta rombongan akhirnya mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau.
"Benar rombongan tadi sempat mendarat di Batam, sekitar satu jam di sana. Karena cuaca tidak memungkinkan," ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha kepada VIVAnews.
Menurut Julian, untuk menuju ke Pekanbaru, rombongan Kepresidenan menggunakan pesawat. Rombongan tiba di Pekanbaru pada pukul 16.00 WIB.
"Sekarang kami baru saja mendarat di Pekanbaru.Alhamdulillah, hujan sudah berhenti di sini," kata Julian.
Julian mengatakan, Presiden SBY langsung menuju ke daerah Kampar, Pekanbaru, Riau, bersama rombongan. Presiden berkunjung ke Pekanbaru untuk mengambil alih upaya penanggulangan bencana kabut asap yang diakibatkan peristiwa kebakaran lahan dan hutan.
Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) Pekanbaru, Riau, hari ini telah diguyur hujan setelah dua bulan diselimuti asap. Akibat guyuran hujan, pandangan di bandara tersebut telah mencapai 1.000 meter atau batas minimal penerbangan.
Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ibnu Hasan, menyebutkan saat ini jarak pandang di bandara sudah aman untuk penerbangan. "Jarak pandang sudah 1000 meter lebih. Sudah bisa pesawat mendarat," ujarnya kepada VIVAnews.
Siang ini di Pekanbaru hujan mulai turun. Namun volumenya tidak deras. Dan durasinya hanya beberapa menit saja. Dan turunnya juga di beberapa tempat saja. Namun kabut asap maaih parah.
Siang ini di Pekanbaru hujan mulai turun. Namun volumenya tidak deras. Dan durasinya hanya beberapa menit saja. Dan turunnya juga di beberapa tempat saja. Namun kabut asap maaih parah.
Sebelumnya SBY juga telah memerintahkan semua pihak terkait untuk segera menuntaskan perkara kebakaran lahan dan hutan dalam kurun waktu maksimal tiga pekan. Namun hingga memasuki pekan ketiga ini, kebakaran lahan masih marak terjadi hingga menyebabkan polusi asap semakin meluas bahkan telah mencemari beberapa provinsi tetangga seperti Sumatera Barat dan Sumatera Selatan hingga Sumatera Utara.
Tiga bandara meliputi Bandara Sumai, SSK II Pekanbaru dan Bandara Sumatera Barat mengalami kelumpuhan akibat kabut asap kebakaran lahan tersebut. Lebih 50 ribu jiwa warga Riau bahkan telah menderita penyakit dampak dari polusi kabut asap, bahkan dua di antaranya telah meninggal dunia.
Posting Komentar