Harian Padang-Dua hari jelang masa tenang kampanye pemilu 2014, Calon Wakil Presiden dari Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo, menggelar kampanye terbuka di Ngawi, Jawa Timur, Kamis 3 April 2014.
Dalam orasinya di hadapan ribuan partisipan dan para kader Hanura, Hary Tanoe berharap masyarakat memilih wakil rakyat yang memiliki alasan, serta visi misi jelas. Tak hanya itu, bos perusahaan MNC Group itu mengatakan meski ekonomi Indonesia semakin tumbuh, namun saat ini masih tetap memprihatikan.
HT menyatakan permasalahan ekonomi terbagi dalam tiga bagian, yakni negara tertinggal dengan rata-rata penghasilan kurang dari Rp1 juta per bulan, negara berkembang dengan rata-rata penghasilan Rp4 juta per bulan, serta negara maju lebih dari Rp12 juta per bulan.
"Dimanakaha kita?" Tanya Hary Tanoe. "Negara tertinggal," serentak para pasrtisipan dan kader menjawab.
Lebih lanjut Hary Tanoe berjanji, jika Hanura serta Wiranto-Hary Tanoe (Win-HT) menang dan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, diharapkan Indonesia akan menjadi negara maju dengan rata-rata penghasilan masyarakat mencapa Rp12 juta per bulan.
"Saat ini Indonesia masih di bawah beberapa negara, termasuk ketinggalan dari Malaysia," ungkap HT.
Disamping tertinggal, lanjut HT, di Indonesia kesenjangan sosial sangat terlihat lebar antara kaya dan miskin. Adapun penyebab Indonesia masih tertinggal dari negara lain, kata dia, disebabkan beberapa faktor seperti korupsi, banyak ketidakpastian dalam hukum, serta pendidikan yang masih terbelakang.
"Kita harus ada perubahan, masalah harus diperbaiki, mudah-mudahan belum 10 tahun kita sudah melakukan perubahan," tegas Hary Tanoe.
Hary Tanoe juga berjanji, jika dirinya menang sumber daya manusia harus difokuskan, terutama untuk mengentaskan masalah ekonomi agar lebih sejahtera.
"Salah satunya bantuan dari pemerintah. Bantuan pemerintah akan dilakukan disektor nelayan, mikro usaha kecil, dan juga buruh. Mereka yang harus kita bantu," yakinnya.
Selain di Ngawi, kampanye terbuka Hanura yang dipimpin Hary Tanoe juga digelar di Pacitan, Jawa Timur. HT juga di dampingi beberapa koleganya. Antaranya mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (Purn) Subagyo HS, serta beberapa kader daerah pemilihan dari Jawa Timur.
Dalam orasinya di hadapan ribuan partisipan dan para kader Hanura, Hary Tanoe berharap masyarakat memilih wakil rakyat yang memiliki alasan, serta visi misi jelas. Tak hanya itu, bos perusahaan MNC Group itu mengatakan meski ekonomi Indonesia semakin tumbuh, namun saat ini masih tetap memprihatikan.
HT menyatakan permasalahan ekonomi terbagi dalam tiga bagian, yakni negara tertinggal dengan rata-rata penghasilan kurang dari Rp1 juta per bulan, negara berkembang dengan rata-rata penghasilan Rp4 juta per bulan, serta negara maju lebih dari Rp12 juta per bulan.
"Dimanakaha kita?" Tanya Hary Tanoe. "Negara tertinggal," serentak para pasrtisipan dan kader menjawab.
Lebih lanjut Hary Tanoe berjanji, jika Hanura serta Wiranto-Hary Tanoe (Win-HT) menang dan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, diharapkan Indonesia akan menjadi negara maju dengan rata-rata penghasilan masyarakat mencapa Rp12 juta per bulan.
"Saat ini Indonesia masih di bawah beberapa negara, termasuk ketinggalan dari Malaysia," ungkap HT.
Disamping tertinggal, lanjut HT, di Indonesia kesenjangan sosial sangat terlihat lebar antara kaya dan miskin. Adapun penyebab Indonesia masih tertinggal dari negara lain, kata dia, disebabkan beberapa faktor seperti korupsi, banyak ketidakpastian dalam hukum, serta pendidikan yang masih terbelakang.
"Kita harus ada perubahan, masalah harus diperbaiki, mudah-mudahan belum 10 tahun kita sudah melakukan perubahan," tegas Hary Tanoe.
Hary Tanoe juga berjanji, jika dirinya menang sumber daya manusia harus difokuskan, terutama untuk mengentaskan masalah ekonomi agar lebih sejahtera.
"Salah satunya bantuan dari pemerintah. Bantuan pemerintah akan dilakukan disektor nelayan, mikro usaha kecil, dan juga buruh. Mereka yang harus kita bantu," yakinnya.
Selain di Ngawi, kampanye terbuka Hanura yang dipimpin Hary Tanoe juga digelar di Pacitan, Jawa Timur. HT juga di dampingi beberapa koleganya. Antaranya mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (Purn) Subagyo HS, serta beberapa kader daerah pemilihan dari Jawa Timur.
Posting Komentar