Harian Padang-Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Makasar, Jakarta Timur, terancam dicopot dari jabatannya. Langkah ini menyusul tewasnya seorang murid sekolah itu akibat dianiaya kakak kelasnya. RF (10) diduga tewas setelah dianiaya oleh SY (13) di sekolahnya pada Senin, 28 April 2014.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur, Nasrudin, mengatakan sanksi diberikan jika hasil pemeriksaan membuktikan ada kelalaian dari pihak sekolah. Pemeriksaan intensif akan dilakukan hari ini. Seluruh guru SDN 09 Makasar akan dikumpulkan guna dimintai keterangan. Termasuk SY.
Dia menegaskan, selama di lingkungan sekolah, maka tanggung jawab penuh pengawasan ada pada pihak sekolah. Sehingga guru atau kepala sekolah dapat mengetahui kondisi yang terjadi.
Karena itu, suku dinas akan menindak tegas jika hasil pemeriksaan menunjukkan kelalaian guru dalam mengawasi murid-muridnya di sekolah. "Sanksi itu bisa berupa penurunan pangkat, mutasi atau bahkan pencopotan jabatan kepala sekolah," kata Nasrudin, Senin, 5 Mei 2014.
Sanksi itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Sanksi diberikan sesuai dengan tingkat kesalahan.
Kepala Sekolah SDN 09 Makasar Sri Hartini telah mengakui adanya kejadian itu. Hartini mengatakan, penganiayaan terhadap RF dilakukan hanya sendiri, yaitu oleh SY.
Sanksi itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Sanksi diberikan sesuai dengan tingkat kesalahan.
Kepala Sekolah SDN 09 Makasar Sri Hartini telah mengakui adanya kejadian itu. Hartini mengatakan, penganiayaan terhadap RF dilakukan hanya sendiri, yaitu oleh SY.
Hartini memastikan, kedua keluarga (pihak korban dan pelaku) sudah bertemu dan berkomunikasi. "Masalahnya sudah selesai secara kekeluargaan," ujar dia.
Namun, Hartini enggan menjawab secara rinci saat ditanya soal lemahnya pengawasan di sekolah sehingga muncul peristiwa fatal tersebut. (ren)
Namun, Hartini enggan menjawab secara rinci saat ditanya soal lemahnya pengawasan di sekolah sehingga muncul peristiwa fatal tersebut. (ren)
© VIVA.co.id
Posting Komentar