admin admin Author
Title: Kemampuan Belajar Siswa dan Program Literasi
Author: admin
Rating 5 of 5 Des:
Oleh: Rizki Ikhwan (Pemerhati Pendidikan dan Aktifis Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa  angkatan V, Penempatan Kabupaten Muna Sula...
Oleh: Rizki Ikhwan
(Pemerhati Pendidikan dan Aktifis Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa  angkatan V, Penempatan Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara)

            harianpadang.com-Sebuah hal yang wajar sekiranya segala sesuatu yang dilakukan oleh setiap orang  secara terus menerus dengan pola dan bentuk yang sama tanpa adanya perubahan dan pembaharuan tentunya akan menimbulkan kejenuhan dan kebosanan.
Kebosanan itu muncul karena tidak adanya kreatifitas dan tetap berada dalam satu titik yang statis sehingga perkembangan bentuk-bentuk yang baru tidak bisa dicapai dengan significant. Hal ini banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari, baik didalam dunia kerja, dirumah tangga, termasuk didalam dunia pendidikan. Banyak  targetan-targetan yang terkadang tidak tercapai, karena ketika melakukan kerja atau suatu hal tersebut tidak maksimal sehingga bisa terhenti ditengah jalan karena satu permasalahan yang timbul tadi, yaitu kejenuhan atau kebosanan.
            Jika permasalahan diatas ketika kita temui dalam dunia pendidikan atau di lingkungan sekolah, maka hal tersebut adalah sebuah epidemic atau wabah yang mesti segera diatasi atau harus dibersihkan. Hari ini lingkungan sekolah beserta seluruh perangkatnya mesti segera berbenah. Jangan sampai sekolah menjadi tempat yang membosankan bagi siswa. Ketika sekolah tidak lagi menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa. Tentunya hasil dari proses belajar yang dilakukan siswa tersebut tidak membuahkan hasil atau mendapatkan hasil yang maksimal. Targetan hasil belajar yang sudah dirancang oleh guru untuk diberikan kepada siswa, mesti mempunyai pola proses pembelajaran yang menarik, jangan sampai metode ajar yang disuguhkan oleh guru adalah model kuno yang tidak menarik hati siswa, sehingga belajar di kelas terkesan monotone yang akhirnya memunculkan virus jenuh tadi.
            Dengan latar belakang permasalahan di atas, lantas bagaimana cara guru untuk melakukan pembelajaran menarik dan kreatif, sehingga siswa benar-benar antusias dan merasa senang dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan menerapkan program “Literasi”. Apa itu program literasi?, dan bagaimana cara penerapannya di dalam proses pembelajaran?. Secara penerapan, program atau pembelajaran literasi adalah proses belajar dengan mengintegrasikan materi ajar ke dalam lingkup aktifitas di luar kelas yang bersifat aplikatif dan berhubungan langsung dengan dunia luar. Pembelajaran ini hampir serupa dengan praktek lapangan tetapi tentunya memiliki beberapa perbedaan cara penerapan dan perbedaan tujuan. Sementara jika dibandingkan dengan penerapan pemebelajaran di kelas, model ini jelas memiliki perbedaan. Literasi banyak mengambil tempat di luar kelas dan tidak melakukan pembelajaran tatap muka langsung antara guru dan siswa seperti biasanya.
            Dari kriteria penerapan, program literasi ini bisa disajikan atau diberikan kepada siswa dalam beberapa bentuk. Diantaranya seperti wisata ilmu, pengenalan profesi, jelajah alam, kunjungan sosial, kunjungan tempat bersejarah dan berbagai bentuk pembelajaran lainnya. Beberapa bentuk diatas sendainya diterangkan di kelas hanya berpedoman kepada buku dan disampaikan secara satu arah dari guru ke murid, tentunya tidak begitu menarik dan siswa pun barangkali hanya tau secara teori dan menyerap pengetahuan hanya dari buku. Tetapi jika dilakukan model yang aplikatif, tentunya siswa menjadi antusias sehingga mereka mudah meyerap pengetahuan-pengetahuan baru yang tidak hanya tertera di buku. Sebagai contoh misalnya pengenalan profesi, yaitu profesi tentara. Jika profesi ini dikenalkan kepada siswa melalui mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan bersumber kepada buku, maka yang bisa dipahami oleh siswa, tentara adalah sebuah profesi atau pekerjaan yang tugasnya pergi berperang. Tetapi jika pembelajaran profesi ini dibawakan secara literasi dengan berkunjung ke tempat atau markasnya tentara bertugas, seperti Koramil, Korem atau yang lainnya, maka siswa akan mendapatkan begitu banyak pengetahuan. Mulai dari tugas tentara itu sendiri, pakaian tentara seperti apa?, senjata yang mereka gunakan seperti apa?, jika tidak ada tentara apa yang akan terjadi?, dan berbagai info lainnya yang bisa menambah pengetahuan baru bagi siswa. Kunjungan tersebut bukan hanya menambah pengetahuan baru siswa, tetai bisa juga memotivasi siswa untuk bercita-cita mulia menjadi tentara, sehingga dengan begitu pada akhirnya mereka bisa bersemangat untuk sekolah dan untuk menggapai cita-citanya. Jadi secara tidak langsung, bisa kita pahami bahwa dengan pembelajaran seperti ini (red: Literasi), guru mampu menarik perhatian lebih dari siswa untuk belajar. Sehingga materi ajar pun dapat berterima dengan baik.
            Dengan beberapa contoh pembelajaran literasi dan penerapannya tersebut, tentunya para guru juga bisa menggali lebih banyak cara untuk menyajikan materi ajarnya kepada murid. Karena sejatinya, guru harus kreatif dan inovatif. Jika guru sudah kreatif, tentunya siswa menjadi antusias untuk mengikuti pelajaran. Ketika sudah ada interaksi yang positif antara guru dan murid, tentunya akan tercipta hasil belajar yang baik dari proses pendidikan itu sendiri. Dan untuk mendapatkan hasil yang terbaik, tentunya guru tidak boleh merasa puas dengan hasil yang didapat, dan mesti terus berbenah, menggali berbagai macam perbaikan dan inovasi. Karena ilmu pengetahuan itu dinamis dan terus berkembang.
            Pulau Bangko, 5 November 2014

About Author

Advertisement

Posting Komentar

Popular Posts

 
Top