admin admin Author
Title: Pasar raya Amburadul Kembali
Author: admin
Rating 5 of 5 Des:
HarianPadang.com -Pedagang kaki lima (PKL) Pasar Raya Padang kembali am­buradul, walaupun sudah berulang kali ditertibkan petugas yang terd...
HarianPadang.com-Pedagang kaki lima (PKL) Pasar Raya Padang kembali am­buradul, walaupun sudah berulang kali ditertibkan petugas yang terdiri dari Satpol PP dan Trantib. Kenyataan di lapangan, para pedagang telah menggelar da­gangan­nya.
Padahal dalam perjanjian antara pedagang dengan Dinas Pasar, waktu berdagang bagi PKL yakni pukul 15.00 WIB. Namun, sekitar  pukul 12.00 Wib PKL sepanjang Air Mancur hingga Mulia Teather sudah mangaleh. Tidak hanya itu
saja, Dinas Pasar juga mewanti-wanti agar PKL tidak menggunakan gantungan melebihi satu meter. Atau menggunakan peraga seperti patung untuk menggantung pakaian. Fakta lapangannya, hampir seluruh PKL pakaian di sepanjang Air Mancur, me­nggantungkan dagangannya jenis pakaian, sehingga mengganggu pemandangan ke dalam toko.
Dari Pantauan Haluan beberapa hari terakhir, kondisi PKL Pasar Raya Padang semraut. Jalan raya yang seharusnya untuk kendaraan bermotor sudah digunakan PKL. Jarak dari satu payung PKL ke payung yang lainnya hanya 1,5 meter.
Andri, salah seorang pengguna jalan raya menuturkan, kondisi Pasar Raya saat ini mulai dari Aia Mancur hingga Mulia memang semakin sempit. Kuda bendi juga sudah nongkrong di dekat Air Mancur, serta pedagang sepatu sudah menggunakan jalan hampir separuh.
“Anehnya, di dekat Air Mancur berdiri petugas dengan gagah. Tapi, tidak bisa berbuat banyak mengurai kondisi tersebut. Bendi yang biasanya tidak berada di sana, saat ini sudah berkumpul di sana,” jelas Andri.
Keluhan kondisi Pasar Raya saat ini juga disampaikan, Asnimar, mahasiswi Unand Padang. Dia menilai keberhasilan Pemko Padang menata PKL setengah-setengah, sehingga tidak konsisten hasilnya. Seperti berhasil mengurai PKL Permindo PKL Air Mancur amburadul lagi. Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan pemerintah ketika mengurai masalah PKL. Ketika PKL sudah membumi di lokasi tersebut jelas susah me­nertib­kannya kalau tidak punya keberanian.
“Dinas terkait harus konsisten dalam menuntaskan PKL, jangan setengah-setengah. PKL ketika melihat petugas lengah, mereka pasti semakin menjadi-jadi,” tutur Asnimar. Sementara Kasi Trantib Dinas Pasar, Wendi men­jelaskan, PKL Pasar Raya memang susah diatur dan dia pun kewalahan untuk menanganinya. Padahal sudah ada perjanjian antara pedagang dengan Dinas Pasar. Begitu juga dengan lapak-lapak PKL juga disita ketika mela­kukan penertiban. “Tapi mereka tidak jera juga,” urai Wendi. Sebagai orang baru di Dinas Pasar, Wendi memang ingin menata PKL Pasar Raya Padang. Namun, selama bangunan Fase VII ataupun Pasar Inpres belum selesai memang agak susah untuk menertibkannya.
Anggota DPRD dari Komisi IV, Iswandi Muchtar menilai selama ini penertiban PKL memang belum maksimal selama petugas masih ‘bermain’ di lapangan. Kemudian Dinas Pasar juga terlalu banyak toleransi kepada PKL yang menggunakan fasilitas umum untuk berdagang.
“Seharusnya Dinas Pasar menertibkan PKL mulai dari awal, bukan baru ditertibkan. Begitu juga dengan lapak-lapak yang disita itu, jangan dikembalikan jika PKL membangkak. Kasihan pemilik toko yang membayar ratusan juta,” tutup Iswandi Muchtar, yang juga dari fraksi PKB. (haluan/ows)

About Author

Advertisement

Posting Komentar

Popular Posts

 
Top