admin admin Author
Title: Aziz: Survei No 1, Tapi Pemilu Masih Lama
Author: admin
Rating 5 of 5 Des:
harianpadang.com, -Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Aziz Syamsuddin, menyatakan survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia meman...
harianpadang.com,-Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Aziz Syamsuddin, menyatakan survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia memang bisa dijadikan tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap partai, namun data itu tak bisa menjadi jaminan raihan suara pada pemilu mendatang.

"Itu kan hasil survei, yang absolut tetap ada di masyarakat. Tapi kalau itu dijadikan patokan atau tolok ukur boleh saja," ujar Aziz di DPR RI, Jakarta, Senin 20 Februari 2012.


Menurut Aziz, dinamika politik terus berkembang oleh karena itu masih ada kesempatan memulihkan kepercayaan masyarakat dengan program kerja yang nyata. "Pemilu kan masih lama, kita lakukan yang terbaik saja tahun dan tahun-tahun ke depan," kata Aziz.

Dengan demikian, menurut Aziz, partai harus dapat membuktikan mampu bekerja untuk masyarakat. "Jelas, harus berkarya konkret di tengah masyarakat saja, itu yang penting," kata Aziz.

Sebelumnya, Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi menyampaikan kerisauannya terkait peta politik 2014. Meski dalam survei terbaru LSI, muncul setidaknya sembilan partai politik pemenang pemilu, namun angka massa mengambang masih terlalu tinggi.

Burhan menyebutkan meskipun suara Partai Demokrat dalam surveinya menurun drastis dibanding pemilu 2009, namun suara itu dia pastikan tidak berpindah ke lain partai. Mereka cenderung tak memilih partai politik lain. "Larinya bukan ke partai-partai yang lain tapi larinya ke pemilih yang belum memutuskan (bersikap)," ujarnya lagi.

Dalam presentasi survei bertema 'Perubahan Politik 2014, Trend Sentimen Pemilih pada Partai Politik', Partai Golkar meraih elektabilitas sebesar 15,5 persen, kemudian diikuti Demokrat 13,7 persen, PDIP 13,6 persen, Gerindra 4,9 persen, PPP 4,9 persen, PKB 4,6 persen, PKS 3,7 persen, Hanura 1,2 persen, lainnya 5,1 persen.

Survei sendiri diadakan pada 1-12 Februari 2012 di 33 provinsi di Indonesia dengan jumlah sample (responden) sebanyak 2.050 dan margin of error sebesar 2,2%. Sementara metode wawancara adalah dengan bertemu langsung atau tatap muka menggunakan kuesioner. Diketahui, sebanyak 28,9 persen pemilih belum memberikan jawabannya (undecided voters) atau Golput. (umi)• VIVAnews

About Author

Advertisement

Posting Komentar

Popular Posts

 
Top