admin admin Author
Title: 25 Ton Minyak Tanah Sumbar Dijual ke Medan
Author: admin
Rating 5 of 5 Des:
Harianpadang.com -Polres Limapuluh Kota menggagalkan penyelundupan 25 ton minyak tanah yang dibawa dari Teluk Bayur, Selasa (8/5). Tangki pe...
Harianpadang.com-Polres Limapuluh Kota menggagalkan penyelundupan 25 ton minyak tanah yang dibawa dari Teluk Bayur, Selasa (8/5). Tangki pembawa ditangkap polisi di ruas Sumbar-Riau. Bahan bakar bersubsidi itu, diangkut dengan tujuan Medan.
Kapolres AKBP Partomo Iriananto ketika dikonfirmasi wartawan, memilih bungkam soal penangkapan itu.
Kendati demikian, setelah didesak dia baru membenarkan. “Iya. Anggota menangkap tangki CPO yang bermuatan minyak tanah. Isinya 25 ton. Sopirnya juga diamankan,” ujar Kapolres, didampingi Kasat Reskrim AKP Russirwan.

Sumber Singgalang menyebutkan, sang sopir ditahan gara-gara mengangkut minyak tanah itu, Budiyono alias Yono (45), warga Padang Hulu, Tebing Tinggi, Sumatra Utara.
Kepada penyidik, Yono menepis tudingan banyak pihak, yang menyebut dirinya pelaku tunggal penyelundupan. Sebaliknya, dia mengaku sebagai suruhan.
Siapakah penyuruh Yono? Pihak kepolisian sendiri, masih melakukan pengembangan. Beredar kabar, ada oknum aparat yang ikut bermain. Tapi, Kapolres tidak mau menjawab iya atau tidaknya.
Malahan, Kapolres terkesan mengalihkan pembicaraan. “Pokoknya kita lidik dulu,” pungkasnya.
Pantauan Singgalang di Mapolres, kendaraan pengangkut minyak tanah dengan nomor polisi BL 8732 AA, lazim digunakan untuk mengangkut CPO alias minyak sawit. Jarang modus ini terkuak.
Dari label barang bukti yang dicantumkan polisi di kaca depan tangki berwarna abu-abu dengan kombinasi hijau dan putih itu, diketahui kalau pemilik kendaraan atas nama Muhammad.
Selain mengamankan tangki, aparat juga menyita kunci kontak. Sopir tertangkap setelah dicegat anggota Polsek Pangkalan Koto Baru, saat melintasi ruas jalan Sumbar-Riau, di Nagari Pangkalan.
Kelabui petugas
Saat dicegat itulah, Yono mencoba berkilah. Kepada Kapolsek Pangkalan AKP M Sajarod Zakun, dia mengaku tidak tahu menahu dengan barang bawaannya.
Sopir mengaku sebagai orang suruhan. Tapi, setelah polisi mengambil sampel muatan tangki, ternyata berisi minyak tanah.
Oleh Polsek Pangkalan Koto Baru, kasus penyitaan dan penggagalan penyelundupan BBM itu, diserahkan ke Sat Reskrim Polres Limapuluh Kota.
“Iya, kita menangkap. Isinya minyak tanah,” ujar Sajarod Zakun, menjawab Singgalang, via pesan BlackBerry Masanger.
Polres Limapuluh Kota sering menggagalkan penyelundupan BBM bersubsidi yang melintasi ruas jalan Sumbar-Riau. Sebelumnya, sebanyak sembilan ton lebih BBM jenis bensin dan solar, ikut disita karena dijual bebas tanpa dokumen kepemilikan yang sah.
Jauh hari sebelum menangkap bensin, polisi juga mengamankan minyak tanah asal beragam daerah yang rencananya dijual ke Riau.
Sering
Sejumlah sumber Singgalang mengakui, tangki CPO mengangkut minyak tanah dari Sumbar ke Medan, diduga sudah lama berlangsung.
Bisnis itu disebut-sebut punya jaringan besar, bahkan tersusun rapi.
Hanya saja, tidak selamanya pengangkut minyak tanah yang tertangkap. Mereka sering lepas bahkan luput dari pantauan petugas. (501)

About Author

Advertisement

Posting Komentar

Popular Posts

 
Top