Harianpadang.com-Akibat sistem rekrutmen yang keliru, seratus lebih bidan desa di Kabupaten Dharmasraya, dinilai tidak punya kompetensi.
Kurangnya kompetensi bidan desa itu, tergambar kurang jalannya program dinas kesehatan.
“Sistem rekrutmen tenaga bides yang dilaksanakan pemerintah pusat tanpa melibatkan daerah. Akibatnya, setelah yang bersangkutan terjun ke lapangan, kinerjanya ternyata tidak memadai,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Erina, dalam jumpa pers yang digelar Bagian Humas Setkab Dharmasraya yang dihadiri Bupati Adi Gunawan, Staf Ahli A Gani, Asisten I Irsyad, serta Kepala SKPD terkait, di Aula Kantor Bupati Dharmasraya, Senin (6/8).
Dijelaskannya, kurangnya kompetensi bidan desa itu, berdampak banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan bidan desa di nagari-nagari.
Selain itu pula, tambahnya, tak sedikit pula program dinas kesehatan yang tidak jalan. Padahal bides merupakan ujung tombak dinas kesehatan dalam menggerakkan program yang ada.
“Dari kasus inilah, kita tak mau mengulang kesalahan dalam rekrutmen didan desa. Pemerintah pusat telah melibatkan pemerintah daerag dalam proses rekrutmen,” terang Erina. Caranya, sebelum nama-nama bides dikirim ke pusat, nama-nama bidan desa yang direkrut diseleksi terlebih dahulu di tingkat daerah.
“Hasilnya dari 27 orang yang ikut seleksi, akhirnya yang lolos hanya 3 orang. Setelah ditempatkan, ketiganya ternyata memang baik kinerjanya,” jelasnya.
Menurutnyanya, tugas bides perlu mendapat perhatian karena beratnya beban kerja yang ada pada dinas kesehatan, serta banyaknya program pemerintah pusat yang masuk seperti MDGs. Di dalam MDGs, katanya, banyak item-item program seperti jampersal, jamkesda serta jaminan kesehatan lainnya.
“Mudah-mudahan ke depan program-program pemerintah pusat akan dapat berjalan dengan baik,” pungkas Erina. (h/mdi)
Posting Komentar