admin admin Author
Title: Siswa MTsN Tewas Muntah Darah
Author: admin
Rating 5 of 5 Des:
Harianpadang.com- Siswa kelas I MTsN Model Padusunan, Pauah, Kecamatan Pariaman Tengah, RS (14) ditemukan tewas muntah darah di kamar mand...

Harianpadang.com-Siswa kelas I MTsN Model Padusunan, Pauah, Kecamatan Pariaman Tengah, RS (14) ditemukan tewas muntah darah di kamar mandi rumahnya, kawasan Desa Sikapak Barat, Minggu (11/11).
Korban diduga tewas karena babak belur usai berkelahi dengan rekan satu sekolahnya, YS (13). Keduanya, menurut keterangan pihak kepolisian, terlibat perkelahian sehari sebelumnya, Sabtu (10/11) di lapangan sepakbola Pauah tak jauh dari sekolah keduanya.

Paman RS, Mawardi kepada Singgalang, Senin (12/11) mengungkapkan, pada Sabtu sore dan Minggu pagi kondisi keponakannya memang sakit. Korban tampak batuk-batuk. Bahkan, batuknya mengeluarkan darah. RS sebelumnya telah dibawa berobat ke Puskesmas oleh kakaknya Eka Sri Ramadhan.
Korban selama ini tinggal di Sikapak Barat bersama adik-kakak. Ibu mereka telah meninggal dunia. Sedangkan, ayahnya pasca ibunya meninggal dunia, menikah lagi dan kini tinggal di rumah istri barunya. Kakaknya Eka Sri Ramadhan sekolah pada sebuah SLTA di Pariaman.
Dikatakan, Minggu pagi itu, batuk RS terlihat mengkhawatirkan. Namun, karena ada jadwal latihan karate di sekolah, Eka kakak korban pagi itu meninggalkan korban sendirian di rumah. Eka baru pulang ke rumah sore harinya.
Sampai di rumah, Eka merasa heran. Tak terdengar suara adiknya RS. Eka mencari keberadaan adiknya ke seluruh ruangan di rumah. Akhirnya, ia ke kamar mandi dan menemukan adiknya terkapar dalam kondisi mengenaskan.
Saat ditemukan, dari mulut korban keluar banyak darah. Darah tersebut, bahkan berserakan di lantai kamar mandi. Saat itu tubuh korban RS sudah kaku. Diduga korban meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan.
Mendapati adiknya meninggal, Eka kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada warga sekitar. Warga berdatangan ke tempat kejadian peristiwa (TKP). Pihak keluarga dibantu warga mengevakuasi jasad korban dari kamar mandi ke tengah rumah.
Kabar kematian RS sampai ke Pos Polisi Sikapak Barat. Sejumlah petugas datang ke rumah duka. Setelah mendengar keterangan dari pihak keluarga, polisi mengambil alih kasus tersebut. Hari itu juga jasad RS dibawa ke Padang untuk diotopsi.
Usai menjalani otopsi semalaman, pihak kepolisian Polres Pariaman, Senin dinihari mengembalikan jasad RS kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. Senin pagi kemarin, pihak keluarga memakamkan jasad RS pada pekuburan keluarga di Sikapak Barat.
Tersangka
Kapolres Pariaman AKBP Bondan Witjaksono melalui Kepala Satuan (Kasat) Reskrim, AKP Erianto yang dikonfirmasi Singgalang membenarkan tewasnya RS. Korban diduga tewas tak wajar. Hal itu dikuatkan hasil otopsi yang menyebutkan korban tewas akibat luka karena benda tumpul.
Kasus ini ditangani polisi. Penyidik polres meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk saksi dari rekan-rekan satu sekolah korban. Sejumlah saksi mengatakan, RS pada Sabtu pagi terlibat perkelahian dengan rekan satu sekolahnya berinisial YS.
Keduanya terlibat duel satu lawan satu di lapangan sepakbola Pauah, tak jauh dari MTsN Model Padusunan tempat keduanya menimba pendidikan. Dari keterangan saksi itu, polisi kemudian menangkap dan meminta keterangan YS.
YS kemudian dijadikan tersangka pelaku yang menyebabkan korban RS tewas.
Erianto mengatakan, dari keterangan tersangka YS, perkelahian keduanya dipicu hanya soal sepele. Katanya hanya karena aksi saling senggol yang berujung saling ejek. “Keduanya sama-sama murid kelas I di MTsN Model Padusunan. Selama ini mereka berteman,” kata Erianto.
Penyidik mendalami kasus tersebut, guna mengungkap apa motif dibalik perkelahian yang berujung tewasnya RS. Guna memudahkan proses penyidikan, tersangka YS ditahan di ruang tahanan anak di Mapolres Pariaman.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pariaman, Kanderi yang dikonfirmasi Singgalang mengaku, belum mengetahui dan belum menerima laporan perkelahian yang berujung pada tewasnya RS salah seorang siswa MTsN Model Padusunan tersebut.
“Saya belum menerima laporan adanya peristiwa tersebut. Ini baru saya tahu, ada perkelahian yang berujung tewasnya seorang siswa MTsN Model Padusunan. Saya kumpulkan keterangan dan minta laporan dari Kepala MTsN Model dulu, sesok saya akan kabari lagi,” kata Kanderi. (301)

About Author

Advertisement

Posting Komentar

Popular Posts

 
Top