Harianpadang.com-Seusai mengikuti acara Rajawali SAR di kawasan Gor H. Agus Salim, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Minggu (11/11) sekitar pukul 14.30 WIB, tiga pelajar kelas II SMPN 31 Padang menjadi korban penodongan oleh pria tak di kenal di dalam angkot trayek Batas Kota-Pasar Raya Padang.
Ketiga siswi yang menjadi korban ini masing-masing adalah Lidya Wahyuni (13), warga Jalan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Melati Selekta Pertiwi (13) warga Jalan Andalas Makmur, dan Fauza Yolanda Putri (13) warga Kampung Baru, Simpang Haru.
Dalam aksi tersebut beruntung tidak ada barang-barang berharga milik korban berpindah tangan ke pelaku. Namun, mereka mengalami luka-luka lecet diakibatkan melompat keluar dari dalam angkot tersebut. Akibat kejadian tersebut, mereka melaporkan kejadian yang menimpanya tersebut ke Mapolresta Padang, Selasa (13/11) sekitar pukul 11.30 WIB.
Menurut Lidya di SPKT Polresta Padang, sebelum kejadian tersebut dia bersama dua temannya ini baru selesai mengikuti acara Rajawali SAR yang diadakan di Gor H. Agus Salim. Kemudian kami menunggu angkot untuk hendak pulang ke rumah masing-masing.
“Dalam angkot tersebut hanya ada lima penumpang yaitu saya dan dua teman saya, ibu-ibu, dan satu orang laki berperawakan hitam memakai topi runcing,” kata Lidya disela-sela memberikan keterangan oleh petugas SPKT Polresta Padang, kemarin (13/11).
Dilanjutkan Lidya, didalam perjalanan dekat Istana Perabot, Jalan Pemuda, Kecamatan Padang Barat, ternyata pria tersebut mengeluarkan pisau didalam bajunya, sehingga spontan dia langsung melompat dari angkot tersebut dan meninggalkan dua temannya didalam angkot.
“Saat pisau milik pria hitam itu dikeluarkannya, saya langsung lompat dari dalam angkot dan terguling dijalan raya, sehingga tangan dan punggung saya mengalami luka,” ujarnya.
Ia mengatakan, beberapa menit dia keluar dari angkot, ternyata kedua temannya pun ikut melompat keluar. Namun sebelum keluar padahal temannya sudah berupaya untuk mencoba berhentikan angkot dengan cara mengetuk kaca angkot itu, tapi sopir angkot tersebut tidak berhenti malah terus menjalankan angkotnya.
“Setelah kami berada di luar, ternyata laki-laki tersebut turun dari angkot dan mengejar kami. Beruntung ada warga disana menolong kami dan pelaku tersebut langsung melarikan diri dari lokasi,” jelasnya.
Kanit II SPKT Polresta Padang Ipda Harmon menyebutkan, pihaknya telah menerima laporan dari ketiga pelajar tersebut dan telah membuat laporannya. Kini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut untuk mencari identas pelakunya.
“Kami telah menyerahkan kasus perbuatan tidak menyenangkan tersebut ke bagian Unit Reskrim Polresta Padang untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya. (haluan/nas)
Posting Komentar