Harianpadang.com-Komandan Lantamal II Padang, Brigjen TNI (Mar) Soedarmien Soedar mengatakan tidak benar oknum Marinir terlibat dalam kegiatan tambang emas ilegal di Solok Selatan (Solsel).
Kepada Singgalang, Rabu (5/6), Danlantamal mengaku terkejut adanya informasi oknum Marinir membekingi tambang emas di Solok Selatan. “Tidak benar itu, tidak ada anggota saya terlibat dalam tambang emas itu,” kata dia mengklarifikasi berita yang mengatakan oknum Marinir terlibat ilegal mining di Solok Selatan.
Kepada Singgalang, Rabu (5/6), Danlantamal mengaku terkejut adanya informasi oknum Marinir membekingi tambang emas di Solok Selatan. “Tidak benar itu, tidak ada anggota saya terlibat dalam tambang emas itu,” kata dia mengklarifikasi berita yang mengatakan oknum Marinir terlibat ilegal mining di Solok Selatan.
Didampingi Asisten Intelijen, Kolonel Laut (E) Gatot Suprapto dan Danyonmarhanlan II, Mayor (Mar) Etwin Ramadhan, jenderal bintang satu itu mengatakan sebagai komandan TNI AL dan juga sebagai anggota Marinir, ia sangat menyesali tindakan orang-orang yang mengaku anggota Marinir tersebut. “Ini perbuatan yang tidak bisa ditolerir dan harus ditindak oleh aparat yang berwenang,” ujar dia.
Menurut Soedarmin, pihaknya sudah menekankan pada seluruh prajurit TNI AL agar tidak melakukan tindakan di luar hukum, apalagi melindungi atau membekingi kegiatan tambang ilegal.
Selain itu, anggota TNI Al dan Marinir tidak boleh sembarangan membawa senjata api ke luar markas komando, apalagi senjata api laras panjang. “Membawa senjata api itu tidak sembarangan ada aturannya dan semuanya tercatat serta jelas orangnya,” ujarnya.
Sekaitan dengan itu, pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi tambang emas Solok Selatan guna menyelidiki orang yang mengaku anggota Marinir itu. “Kalau tertangkap akan diberikan tindakan tegas, sebab telah mencoreng institusi,” ujar Soedarmin lagi.
Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) II, Mayor (Mar) Etwin Ramadhan dengan tegas mengatakan tidak ada anggotanya terlibat dalam tambang emas ilegal itu. Semua anggotanya berada di markas komando dan tidak ada yang berada di luar.
Ketika diperlihatkan nama-nama oknum yang mengaku anggota Marinir itu, Mayor Etwin pun tidak menemukan semua nama tersebut anggotanya. “Tidak ada satupun nama-nama ini anggota Marinir,” ujar Etwin ketika melihat kertas yang berisikan nama-nama oknum TNI yang diduga membekingi tambang emas di Solsel.
Menurut dia, orang yang mengaku anggota Marinir itu sebuah permainan yang dilakukan orang tak bertanggung jawab, sehingga korps Marinir jelek di kalangan orang banyak.
“Ini harus ditindak tegas, sebab perbuatan orang itu telah mencoreng TNI Al dan Korps Marinir,” ujar Etwin.
Dia menegaskan, tidak ada anggotanya terlibat di lapangan, apalagi membekingi tambang emas tersebut. “Mohon diklarifikasi lagi ya, tidak benar itu dan tidak ada satupun anggota saya itu,” ujar Etwin. (101)
Selain itu, anggota TNI Al dan Marinir tidak boleh sembarangan membawa senjata api ke luar markas komando, apalagi senjata api laras panjang. “Membawa senjata api itu tidak sembarangan ada aturannya dan semuanya tercatat serta jelas orangnya,” ujarnya.
Sekaitan dengan itu, pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi tambang emas Solok Selatan guna menyelidiki orang yang mengaku anggota Marinir itu. “Kalau tertangkap akan diberikan tindakan tegas, sebab telah mencoreng institusi,” ujar Soedarmin lagi.
Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) II, Mayor (Mar) Etwin Ramadhan dengan tegas mengatakan tidak ada anggotanya terlibat dalam tambang emas ilegal itu. Semua anggotanya berada di markas komando dan tidak ada yang berada di luar.
Ketika diperlihatkan nama-nama oknum yang mengaku anggota Marinir itu, Mayor Etwin pun tidak menemukan semua nama tersebut anggotanya. “Tidak ada satupun nama-nama ini anggota Marinir,” ujar Etwin ketika melihat kertas yang berisikan nama-nama oknum TNI yang diduga membekingi tambang emas di Solsel.
Menurut dia, orang yang mengaku anggota Marinir itu sebuah permainan yang dilakukan orang tak bertanggung jawab, sehingga korps Marinir jelek di kalangan orang banyak.
“Ini harus ditindak tegas, sebab perbuatan orang itu telah mencoreng TNI Al dan Korps Marinir,” ujar Etwin.
Dia menegaskan, tidak ada anggotanya terlibat di lapangan, apalagi membekingi tambang emas tersebut. “Mohon diklarifikasi lagi ya, tidak benar itu dan tidak ada satupun anggota saya itu,” ujar Etwin. (101)

Posting Komentar