Harian Padang-Perolehan suara dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Padang yang digelar Rabu (5/3) kemarin sangat ketat. Hasil sementara, pasangan Mahyeldi-Emzalmi (MahEm) unggul tipis dari pasangan Desri Ayunda-James Hellyward (DeJe). Sayang, partisipasi pemilih hanya 51,75 persen.
Unggul tipis MahEm diketahui dari hasil penghitungan di 11 Panitia Pemilihan Kecamatan/PPK (DeJe 49,94 persen dan MahEm 50,06 persen), hasil penghitungan MIKA Consultant Politic (DeJe 49,23 persen dan MahEm 50,77 persen) dan hasil penghitungan PKS (DeJe 49,71 persen dan MahEm 50,29 persen). Sedangkan dari penghitungan yang dilakukan pasangan DeJe yang masih belum tuntas hingga tadi malam (DeJe 49,71 persen dan MahEm 50,29 persen).
Hasil penghitungan suara pada 11 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), pasangan nomor urut 3 DeJe dari perseorangan memperoleh 144.805 suara (49,94 persen). Sementara pasangan nomor urut 10 Mahem yang diusung PKS dan PPP memperoleh suara 145.339 (50,06 persen) hanya berselisih 534 suara. Namun DeJe menang pada 7 kecamatan yaitu Padang Barat, Padang Selatan, Bungus Teluk Kabung, Nanggalo, Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung dan Koto Tangah. Sedangkan Mahem menang pada 4 kecamatan masing-masing Padang Utara, Padang Timur, Kuranji dan Pauh. Keunggulan Mahem, karena di Kuranji pasangan ini menang cukup besar 61,47 persen dan Pauh 57,33 persen.
Di Kecamatan Lubuk Begalung, dari 72.050 Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya 39.644 orang yang hadir. Sementara suara yang sah sebanyak 39.084 atau 55,02 persen, suara yang tidak sah sebanyak 560 suara. Dari total suara itu, 20.406 suara atau 52,21 persen untuk pasangan DeJe dan 47,79 persen untuk Mahem.
Pasangan DeJe juga memperoleh suara terbanyak di TPS 10 yang berada di Lapas Muaro, Kelurahan Berok Nipah, Padang Barat. Dari 69 surat suara yang terpakai, DeJe memenangkan 49 suara unggul jauh dari pasangan Mahem yang hanya memperoleh 18 suara, sedangkan dua surat suara dinyatakan tidak sah karena kesalahan pencoblos.
Ketua KPPS TPS 10, Elfiandi mengatakan sedikitnya jumlah pemilih pada TPS tersebut diakibatkan data DPT yang belum diperbaharui. Dari data DPT pada pilkada sebelumnya tercatat ada 328 orang, namun sekarang jumlah tersebut sudah berkurang jauh. “Berkurangnya jumlah DPT di sini dikarenakan para napi disini ada yang sudah bebas, atau dipindahkan ke lapas lain,” ujar Elfiandi.
Sedangkan di TPS 11 yang juga berada di dalam Lapas Muaro ini, Mahem mampu unggul tipis dari pasangan DeJe dengan selisih hanya satu suara.
Dari 97 surat suara yang terpakai di TPS ini, Mahem memperoleh 48 suara sedangkan DeJe meraih 47 suara. Dua surat suara lainnya dinyatakan tidak sah karena kesalahan dari pemilih. Sedangkan surat suara yang tidak terpakai mencapai 240 surat suara.
“Di TPS 11 ini jumlah DPT ada sebanyak 329 orang, namun itu sudah 6 bulan yang lalu, tapi pada pilkada putaran kedua ini jumlah tersebut sudah berkurang,” kata ketua KPPS, Rusdi.
Sama halnya dengan yang terjadi di TPS 10, Rusdi megatakan berkurangnya jumlah DPT tersebut dikarenakan beberapa napi di sana ada yang sudah bebas dari masa tahanannya dan ada yang dipindahkan ke lapas lain.
Meskipun mencoblos di dalam lapas, namun proses pemilihan berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala sama sekali, karena para napi tersebut melaksanakan pencoblosan dengan tertib.
Dari pantauan Haluan, terlihat para napi yang ada di TPS tersebut dengan sabar menunggu gilirannya masing-masing untuk mencoblos pilihannya.
Di TPS Gubernur dan Wagub
DeJe juga unggul di TPS Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar memilih. Pada TPS 8 Kelurahan Jati Baringin, TPS tempat Gubernur Irwan Prayitno memilih DeJe memperoleh 90 suara dan Mahem memperoleh 38 suara. Sementara pada TPS 02 Kelurahan Ulak Karang Utara, tempat Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, DeJe memperoleh 98 suara dan Mahem memperoleh 35 suara.
Partisipasi pemilih untuk kedua TPS ini masih tergolong rendah. Di TPS tempat gubernur memilih dari 222 DPT, hanya 136 yang memilih atau sekitar 60 persen. Smentara di TPS tempat wagub hanya 131 warga yang memilih dengan jumlah DPT 326 atau sekitar 40 persen.
Sebelumnya, usai melakukan pencoblosan langsung di TPS masing-masing baik gubernur Sumbar dan Wagub sudah mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
“Sebelum mencoblos saya sudah keliling. Sayangnya sampai pukul 10.00 ini saya lihat dari 200 DPT, baru sekitar 20 orang yang pergi ke TPS. Saya tidak ingin pemilih yang saat ini terkotak-kotak, usai pemilihan tidak lagi terkotak-kotak. Kita harus bersatu untuk kemajuan Padang,” terang Gubernur Irwan usai melakukan pencoblosan di TPS 08 Kelurahan Jati Utara.
Ajakan yang sama juga dikatakan oleh Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim usai mencoblos bersama istrinya Ida Muslim Kasim dan putranya.
“Sepuluh menit kita berada di TPS, sudah sangat menentukan nasib masyarakat Kota Padang dan Indonesia umumnya,” kata Muslim Kasim usai melakukan pencoblosan di TPS 2 Karang Utara.
Muslim juga berharap di pemilu legislatif 9 April mendatang, partisipasi di Kota Padang bisa meningkat lagi.
Penjabat Walikota Padang Erizal mencoblos di TPS 20 Ulu Gadut, Kelurahan Banda Buek, Kecamatan Lubuk Kilangan. Ia bersama istri dan 3 anaknya mendapat giliran berurut dari nomor sembilan, sepuluh dan seterusnya.
Di TPS ini terdaftar 347 pemilih yang sebagian sudah mulai berdatangan dan antri menunggu giliran untuk mencoblos. Panitia memotivasi para pemilih di TPS-nya dengan mengadakan doorprize.
Sebagai Pj Walikota Padang, Erizal tak mendapat perlakuan khusus. Ia dan keluarga tetap mengantri menunggu giliran. Tak terlihat pula pengawalan, kecuali didampingi Kasubag Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Pemko Padang Tafrizal dan salah seorang staf merangkap juru foto.
Gunakan KTP
Pilkada Kota Padang putaran kedua Kecamatan Koto Tangah berjalan dengan semestinya, meskipun sempat mengalami beberapa peristiwa yang tidak diduga.
Menurut Ketua KPPS TPS 1 Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto (KPIK) Zulkafli, di kelurahannya terdapat lima orang pemilih yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Jumlah DPT yang ada di TPS ini sebanyak 288 orang.
“Mereka mengeluh karena tidak terdaftar. Kita berikan izin dengan cara memperlihatkan KTP masing-masing,” terang Zulkafli.
Berdasarkan pantauan Haluan, terlihat panitia TPS 1 di Kelurahan KPIK membawa surat suara dan kotak suara ke rumah warga yang tidak bisa datang ke TPS tersebut karena sakit.
Zulkafli membenarkan hal tersebut. Menurutnya ada dua orang warga Rahman (65) dan Jasmani (62) tidak bisa berjalan. “Mereka tetap ingin mempergunakan hak suaranya dalam rangka Pilkada ini, tapi karena mereka lumpuh dan tidak bisa berjalan, kami memberikan bantuan untuk mendatangi rumah mereka dengan membawa saksi,” pungkasnya.
Di lain pihak, Mantan Ketua Panwaslu Padang 2008 M Rifki melayangkan surat terbuka kepada KPU Padang. Isinya menyatakan kekecewaaanya terhadap kinerja KPU Padang.
“Saya hampir tidak bisa menunaikan hak untuk memilih cawako Padang di TPS Balai Baru Kuranji Padang. Karena sebagai pemilih, saya tidak mendapatkan surat panggilan dan kartu pemilih sejak putaran pertama. Pada putaran pertama saya memilih dengan membawa KTP dan langsung disuruh untuk mencoblos di bilik suara. Tapi untuk putaran kedua, awalnya saksi dan Panwaslu sepakat, hanya membolehkan memilih di atas jam 12.00 siang hingga pukul 13.00 WIB. Itu berarti hanya satu jam, sementara ada kemungkinan saya punya urusan lain dan dikhawatirkan tidak bisa hadir di TPS pada jam dimaksud,” paparnya.
Setelah terjadi diskusi yang cukup alot, M Rifki akhirnya bisa memilih. Dikatakannya, ada ratusan orang lain yang benasib sama karena tidak memiliki kartu pemilih dan surat panggilan.
“Jelas kejadian ini menjadi kontributor untuk Golput di Kota Padang. Terakhir saya mohon untuk Pemilu legislatif nanti semua masalah ini tidak terjadi lagi, karena pemilu legislatif adalah pemilu besar-besaran. Semoga KPU semakin bekerja keras untuk menyukseskan pemilu dan mengakomodir semua hak pemilih,” harapnya.
Rekap Suara
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang Alison mengatakan, rekapitulasi di tingkat PPS akan dimulai dari tanggal 6 sampai tanggal 7. Kemudian berlanjut ke tingkat PPK dari tanggal 8 sampai tanggal 9 dan terakhir rekap di tingkat KPU tanggal 10 sampai tanggal 11 sekaligus Rapat Pleno penentuan pemenang Pilkada putaran II.
“Untuk pengumumannya sekaligus setelah dilakukan pleno tersebut, untuk kegiatan KPU hari ini Rabu (5/3) semua komisioner turun ke lapangan melakukan monitoring dan supervisi untuk masing-masing kecamatan sampai KPPS kelurahan,” ujarnya ketika melakukan monitoring pelaksanaan Pilkada putaran kedua di Kecamatan Lubuk Kilangan.
Koordinator Divisi Keuangan, Logistik, Umum, dan Rumah Tangga KPU Padang, Frista menambahkan, selama melakukan monitoring dan supervisi ke lapangan tidak ada ditemui kejadian-kajadian yang terlalu prinsip.
Ditambahkan juga, Pilkada putaran kedua ini lebih tenang dari putaran pertama. Hal ini disebabkan karena masa persiapannya cukup panjang karena adanya penundaan jadwal pemilihan sehingga persiapannya lebih matang.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Padang Nurlina mengatakan, selama melakukan monitoring ke lapangan, dari beberapa kecamatan yang dikunjunginya berjalan tertib dan aman.
Aman dan lancar
Sebelum dimulainya pencoblosan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang pada putaran kedua, beberapa personil kepolisian telah berada di setiap tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di setiap kelurahan.
Kapolresta Padang Kombes Pol. Wisnu Andayana mengatakan, sebelum dilaksanakan pencoblosan tersebut petugas Polresta Padang yang telah ditunjuk telah berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan pengamanan.
“Setiap TPS telah ditempatkan personil polisi, dibantu oleh Linmas Padang,” kata Wisnu kepada Haluan, Rabu (5/3).
Wisnu menyebutkan, saat pelaksanaan hingga selesai pencoblosan tidak ada masalah dan kerusuhan. Sebab, anggota kepolisian telah melakukan pemantauan dan pendekatan di setiap kelurahan yang dijadikan TPS.
“Alhamdulillah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang berjalan aman dan kondusif,” jelasnya.
Walaupun pencoblosan telah selesai, lanjut Wisnu, anggota polisi yang telah ditunjuk tersebut terus melakukan pengamanan kotak suara yang akan dikirim ke kecamatan hingga ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang.
“Kami berterima kasih kepada kedua belah calon Walikota Padang beserta tim suksesnya yang telah bekerja sama, dan masyarakat yang telah mendukung Pilkada Padang, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya. (haluan/vie/wis/eni/rif/san/rin/oos/nas)
Posting Komentar