harian Padang-Warga Jorong Koto Nagari Buluh Kasok, Kecamatan Lubuk Tarok, Sijunjung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi perempuan di tumpukan sampah dalam kondisi mengenaskan, Sabtu (5/4) sekitar pukul 17.00 WIB.
Mayat bayi yang diperkirakan berusia tiga hari tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Kedua kaki dan tangan kiri bayi malang ini tidak ada lagi. Sementara, dalam penyisiran, petugas belum menemukan potongan anggota tubuh bayi malang tersebut.
Informasi yang dihimpun Haluan menyebutkan, mayat bayi berkelamin perempuan yang mulai membusuk itu ditemukan beberapa orang anak yang tengah asyik bermain di sekitar lokasi kejadian.
Saat itu, cerita warga, salah seorang anak melihat sesuatu yang mencurigakan di atas tumpukan sampah. Anak-anak mencoba mendekati untuk memastikan benda apa gerangan yang mulai dihinggapi lalat tersebut.
Begitu mendekat, ternyata tampak sesosok bayi yang sudah tidak bernyawa. Kontan saja, mereka lari dan melaporkan penemuan mengejutkan itu ke warga setempat. Warga sekitar yang mendapat laporan langsung menuju ke tempat kejadian peristiwa (TKP).
Berita tentang penemuan mayat bayi itu langsung tersebar ke warga sekitar. Hanya dalam hitungan menit saja, lokasi tersebut sudah dipenuhi warga yang merasa penasaran dan ingin menyaksikan penemuan mayat bayi itu.
Dalam waktu bersamaan, beberapa orang warga langsung melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Lubuk Tarok. Tak lama berselang, beberapa orang petugas datang, dan langsung mengamankan TKP.
Setelah mengamankan TKP, petugas langsung melakukan olah TKP dan selanjutnya mengevakuasi bayi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung untuk divisum et repertum.
Berbekal informasi warga, polisi kemudian bergerak mendatangi rumah salah seorang warga berinisial Ay (20), yang baru saja melahirkan. Setelah diminta keterangan, Ay yang belum menikah itu mengakui, bahwa bayi tersebut anaknya. Namun karena kondisi Ay belum pulih betul, keluarga dan petugas merujuk Ay ke RSUD Sijunjung untuk mendapatkan perawatan.
Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi didampingi Kasat Reskrim Iptu Teddy dan Kapolsek Lubuk Tarok AKP Maisal mengatakan, ibu bayi malang itu sudah diketahui. Namun pihaknya belum bisa meminta keterangan lebih lanjut, karena kondisi, Ay masih lemah dan masih dirawat di RSUD Sijunjung.
Menyinggung penyebab kematian si bayi serta penyebab hilangnya beberapa anggota tubuh mayat bayi itu, Kapolres juga belum bisa memastikannya, karena juga masih menunggu hasil pemeriksaan tim forensik.
“Pelaku sudah mengakui, namun keterangan lebih lebih lanjut belum bisa kita peroleh karena kondisi pelaku masih lemah. Begitu juga penyebab hilangnya beberapa anggota tubuh bayi itu kita juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim forensik,” ucap Kapolres.
Selain itu, polisi juga mengamankan seorang laki-laki berinisal In (27), warga Nagari Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Sijunjung. Pria yang menjalin hubungan asmara dengan Ay, diamankan petugas, Minggu (6/4). “Saat ini, In, masih dimintai keterangan,” katanya.
Sebelumnya, akhir Maret 2014 lalu, warga Tanjung Ampalu juga dihebohkan dengan penemuan sesosok bayi di sebuah pos ronda di kawasan Ladang Cengkeh, Jorong Mangkudu Kodok, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.
Selasa (25/3) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, warga Ladang Cengkeh, Jorong Mangkudu Kodok, menemukan bayi berkelamin laki-laki yang diperkirakan baru berusia 3 – 4 hari, di sebuah pos ronda dalam sebuah kardus merk susu SGM yang dilapisi kain sarung.
Petugas dari Polsek Koto VII akhirnya membawa bayi malang itu ke Puskesmas Tanjung Ampalu untuk mendapatkan perawatan. Warga menduga, bayi malang yang memiliki panjang 51,5 cm dan berat 3,9 kg dengan tali pusar masih dilapisi perban itu, juga hasil dari hubungan gelap sepasang kekasih.
Kapolres Sijunjung AKBP Sugeng Riyadi S.Ik, MH, M.Si, akhirnya mengadopsi bayi malang tersebut. Menurut Sugeng, keputusan mengadopsi bayi tersebut karena anak yang tidak berdosa itu membutuhkan sentuhan kasih sayang. (h/azn)

Posting Komentar