admin admin Author
Title: Dosen Universitas Andalas Bunuh Istri
Author: admin
Rating 5 of 5 Des:
Harian Padang -Diduga karena cemburu, seorang dosen di Padang tega menghabisi nyawa istrinya. Merasa bersalah, tersangka meneggak racun s...
Harian Padang-Diduga karena cemburu, seorang dosen di Padang tega menghabisi nyawa istrinya. Merasa bersalah, tersangka meneggak racun serangga. Salah seorang pegawai bank di Padang, Dewi Yulia Sartika (37) dite­mukan bersimbah darah di dalam mobil jenis Suzuki Katana, di parkiran Stasiun Pengisian Ba­han Bakar Umum (SPBU) Singkut, Kabupaten Saro­la­ngun, Provinsi Jambi, Senin (6/4) sekitar pukul 15.00 WIB.


Diduga korban dibunuh oleh suaminya sendiri bernama Ilmul Khaer (40), dosen Unand pada bagian hukum in­ter­nasio­nal, di rumah mereka di Jalan Koto Ma­rapak, Ke­ca­ma­tan Pa­dang Ba­rat, Kota Pa­dang, Sabtu (4/4) malam. Setelah itu, pe­laku mem­bawa jasad kor­ban hing­ga SPBU tersebut.
Informasi yang dihimpun Haluan menyebutkan, pem­bunu­han tersebut terungkap saat orang­tua korban, Asril Aziz (52) men­dapatkan telepon dari seseo­rang bernama Diah. Di mana dia men­dapatkan informasi, kalau tas korban yang di dalamnya berisi surat-surat berharga dite­mukan di daerah Kilirian Jao, Kabupaten Sijunjung, dalam keadaan ber­lumuran darah, Ming­gu (5/4).
Setelah mendapatkan infor­masi itu, keluarga pun men­datangi lokasi tersebut. Setiba di sana, langsung memeriksa kalau surat-surat berharga dan tas yang berlumuran darah itu, ter­nyata benar milik anak kandungnya. Ke­mu­dian, dia kembali ke Padang dengan tanda tanya dan belum me­ngetahui anaknya terse­but meninggal dunia.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Asril Aziz membuat laporan anak hilang di Mapolresta Pa­dang. Di saat itu, dia menda­patkan telepon dari tempat kerja anaknya kalau jasad anaknya ditemukan di dalam mobil Suzu­ki Katana di SPBU Singkut, Provinsi Jambi.
Pada saat itulah, Asril Aziz mengetahui kalau anaknya telah meninggal dunia. Informasi tersebut langsung dilaporkan kepada unit Reskrim Polresta Padang. Setelah mendapatkan informasi itu, petugas Reskrim Polresta Padang berkordinasi dengan Polsek Singkut.
Setelah berkordinasi, di­ke­tahui jasad korban dite­mu­kan di da­lam mo­bil, di mana diduga yang mela­kukan pembunuhan terse­but tidak lain adalah suami korban. Kemudian petugas Polsek Sing­kut mengamankan pelaku dan memintai keterangannya.
Saat dimintai keterangan, pelaku mengakui segala per­buatannya dan telah mem­bunuh istrinya. Namun, pada saat pemeriksaan pelaku ter­kapar dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Saro­langun. Diduga, Ilmul Khaer meminum racun serangga sebe­lum diamankan polisi.
Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana melalui Kasat Reskrim Kompol Franky M. Monathen mengungkapkan, kasus pembunuhan ini terungkap setelah orangtua korban mem­buat lapo­ran anak hilang ke Polresta Pa­dang. Selain itu, juga mendapatkan kabar kalau jasad karyawan bank ditemukan di SPBU Sing­kut, Jambi.
“Setelah menge­tahui hal itu, kami langsung ber­kor­d­inasi dengan Pol­sek Singkut,” kata Franky kepada wartawan, Senin (6/4).
Dijelaskan Franky, dari hasil keterangan sementara saat pelaku diperiksa di Polsek Singkut, pelaku mengakui melakukan pembunuhan terhadap istrinya. Pelaku ditangkap, saat petugas SPBU melaporkan kepada Polsek Singkut, kalau gerak-gerik pelaku dicurigai. Selain itu, pelaku telah lebih dari satu hari berada di sana.
Mendapatkan laporan itu, petu­gas Polsek Singkut melihat hasil rekaman kamera CCTV di sana. Setelah dilihat, petugas langsung memeriksa di dalam mobil. Saat diperiksa, ditemukan seorang pe­rem­puan dengan kondisi mengalami luka tusukan di bagian perut sebelah kanan dan telah mengeluarkan bau tak sedap. Diduga korban meninggal dunia sekitar tiga hari.
Setelah itu, petugas memeriksa toilet SPBU dan ditemukan seorang pria tengah duduk di depan toilet. Kemudian petugas memintai kete­rangannya dan  pria tersebut menga­kui mempunyai mobil di parkiran SPBU dan membunuh korban.
“Pelaku mengakui perbuatannya dan petugas membawanya ke Ma­pol­sek Singkut untuk dimintai kete­rangan lebih lanjut,” kata Franky.
Saat dimintai keterangan oleh petugas polisi di sana, kata Franky, pelaku melakukan aksi tersebut karena diduga cemburu dengan korban, di mana sebelum kejadian korban pulang kerja dinihari. Ber­awal dari itulah, pelaku menghabisi nyawa korban di rumah mereka, Jalan Koto Marapak, Sabtu (4/4) malam. Di mana di rumah mereka ada dua keponakan tersangka saat tiba di rumah dan keponakan terse­but disuruh pergi sebentar.
Kemudian barulah pelaku meng­habisi nyawa korban dan pelaku mencoba mengilangkan jejak dengan cara membawa jasad korban ke Jambi untuk dibuang. “Rencananya pelaku membuang jasad korban ke kawasan Jambi, namun pada saat perjalanan dia merasa bersalah,” ujarnya.
Pada saat diperiksa, kondisi pelaku lemas dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Sarolangun untuk dirawat. Saat diperiksa tim dokter, diketahui pelaku telah me­minum racun serangga. Diduga pelaku meminum racun tersebut saat berada di SPBU.
“Kini tim Reskrim Polresta Padang menuju daerah Singkut, un­tuk membawa pelaku, jasad korban dan barang bukti yang ada di sana. Selain itu, tim Reskrim lainnya mengumpulkan bukti dan mencari informasi di rumah mereka,” ung­kapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas Zainul Daulay, membenarkan bahwa Ilmul Khaer adalah dosen Unand pada bagian hukum internasional yang telah menyelesaikan program dok­tor. Dengan kejadian yang menimpa Fakultas Hukum ini, Zainul sangat menyayangkan apa yang terjadi.
“Hal ini sangat membuat kaget kami keluarga besar Fakultas Hu­kum Unand. Apa yang terjadi ini sudah di luar nalar. Sama sekali tidak menyangka Hukum Unand akan mengalami hal seperti ini,” kata ZAinul. Zainul sendiri baru men­dapat kabar kejadiannya ini pada Senin (6/4). Dalam kesehariannya, ia meng­e­nal Ilmul Khaer adalah pria yang ramah. Apa motivasi yang menye­babkan hingga Ilmul tega meng­habisi nyawa istrinya, Zainul tidak mengetahui.
“Lebih baik tanya pada keluarga langsung,” ujar Zainul. (h/nas/eni)

About Author

Advertisement

Posting Komentar

Popular Posts

 
Top