harianpadang.com-Presiden Filipina, Benigno Aquino, ingin konflik Sabah diselesaikan secara damai lewat negosiasi. Aquino berpendapat, negosiasi merupakan cara efektif yang dapat dilakukan saat ini ketimbang saling melancarkan baku tembak.
“Akan ada beberapa masalah yang semakin runyam apabila Anda menyelesaikannya dengan kebencian atau kekerasan. Kami membutuhkan diskusi yang mendalam dan tulus setelah menemukan solusi yang tepat,” ungkap Aquino di hadapan 124 lulusan kadet Akademi Militer Filipina (PMA) seperti dilansir laman Philippine Daily Inquirer, Senin 18 Maret 2013.
Menurut Presiden ke-15 Filipina itu, bersabar, menahan amarah, dan berdialog, bukan berarti takut. “Sebaliknya, ini merupakan tindakan berani yang sesungguhnya dan solutif,” ujar Aquino.
Aquino memahami konflik sengketa lahan sangat pelik, karena Malaysia tidak akan begitu saja melepaskan daerah yang sudah lama mereka kuasai. Apalagi, daerah itu selama ini tunduk terhadap hukum Malaysia.
“Dapatkah Perdana Menteri Malaysia dengan mudah melepas daerah itu setelah sekian lama berada di bawah hukum mereka?” kata Aquino melontarkan pertanyaan retoris.
Diplomasi Agresif
Menanggapi pernyataan Aquino, Menteri Dalam Negeri Filipina, Manuel Roxas, menyatakan sepakat untuk menggeber negosiasi dengan Malaysia. Roxas mengatakan, diplomasi agresif merupakan satu-satunya opsi yang memungkinkan diambil oleh pemerintah Filipina.
“Mari lanjutkan upaya untuk mendekati Malaysia,” ujarnya.
Diplomasi Agresif
Menanggapi pernyataan Aquino, Menteri Dalam Negeri Filipina, Manuel Roxas, menyatakan sepakat untuk menggeber negosiasi dengan Malaysia. Roxas mengatakan, diplomasi agresif merupakan satu-satunya opsi yang memungkinkan diambil oleh pemerintah Filipina.
“Mari lanjutkan upaya untuk mendekati Malaysia,” ujarnya.
Roxas mengatakan, walaupun Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, pernah mengatakan jalur diplomasi antara Kesultanan Sulu dengan Malaysia telah tertutup, namun jalur komunikasi antara pemerintah Filipina dan Malaysia masih tetap terbuka.
Sekretaris kantor operasi komunikasi presiden, Herminio Coloma, juga menyatakan diplomasi tetap merupakan jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan konflik Sabah. “Lagipula, Malaysia pernah menjadi mitra Filipina dalam upaya perdamaian di Mindanau,” kata Coloma. (art)
Sekretaris kantor operasi komunikasi presiden, Herminio Coloma, juga menyatakan diplomasi tetap merupakan jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan konflik Sabah. “Lagipula, Malaysia pernah menjadi mitra Filipina dalam upaya perdamaian di Mindanau,” kata Coloma. (art)
© VIVA.co.id
Posting Komentar